Monthly Archives: January 2019

Sepak Bola AR Pertama di Indonesia

Aplikasi game mobile Astark : Football resmi hadir di Indonesia. Game ini hadir sebagai kerja sama dari sebuah startup lokal bidang game development PT Astar Asia Global (ASTARK) dan PT ARE Treknologi Kreasi (AR&Co).

CEO sekaligus Co-Founder AR Group Daniel Surya mengatakan, sejak awal kemunculannya, Augmented Reality bakal punya peranan penting di berbagai sektor. Bahkan, tidak lama lagi Augmented Reality tak akan terpisahkan dari keseharian penggunanya.

“Peluncuran AR trading card ini menjadi bukti bersejarah bahwa kini teknologi augmented reality dapat dinikmati secara masif di Indonesia yang merupakan negara dengan market size terbesar ke-4 di dunia,” tuturnya.

Dikatakan, trading cards merupakan hal baru dan yang pertama dalam industri game mobile. “Sampai saat ini belum ada mobile gaming app di olahraga sepak bola yang menggunakan konsep ini. Kami dengan bangga mengklaim bahwa Astark merupakan mobile gaming app sepak bola pertama yang menggunakan teknologi ini,” kata Co-Founder AR&Co dan AR Group Peter Shearer

Saat ini pasar game online di Indonesia makin berkembang pesat. Berdasarkan data Newzoo, pada 2015, 52 persen pasar gim di Indonesia di dominasi oleh game mobile. Sementara, AppAnnie 2015 Retrospective mencatat, jumlah pemain game mobile di Asia Tenggara merupakan yang paling besar, di mana 49 persen di antaranya menghabiskan uang untuk game.

“Melihat pasar game online yang menjanjikan, kami optimis Astark bisa tumbuh menjadi aplikasi yang diminati masyarakat Indonesia. Kami terus berinovasi agar aplikasi menggunakan teknologi terbaru untuk mendukung keseruan para pemain,” kata perusahaan tersebut.

Penerapan Augmented Reality IKEA Place

Ikea place adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan kita untuk membuat simulasi saat perlengkapan ikea diletakkan dirumah kita. Dengan  menggunakan teknologi Augmented Reality dan juga pemafaatan teknologi ARKit dari Apple. Jika Anda belum tau apa itu ARkit bisa baca disini.

Aplikasi ini sangat membantu calon pembeli, karena kita dapat mengetahui seberapa cocok barang itu diletakkan pada ruangan tersebut, tanpa harus datang ke Ikea Store.

Ikea Place hanya memanfaatkan kamera pada iPhone untuk memberikan gambaran barang yang akan dipasang pada ruangan. Dan baru tersedia pada perangkat iPhone.

Kita tinggal memilih furniture lalu meletakkannya pada layar, lalu posisikan kamera sesuai lokasi yang diinginkan. Semua barang pada aplikasi Ikea Place dapat diatur skala dan ukurannya, sesuai dimensi ruangan. Ikea menyatakan bahwa sudah lebih dari 2.000 barang dan aksesoris yang tersedia untuk dicoba pada aplikasi ini.

Dan saat ini Ikea Place hanya tersedia di App Store dengan minimum iOS versi 11 untuk menjalankannya.

Ternyata Ini Bedanya AR dan VR

Perkembangan teknologi membawa kita jauh pada era baru, era digitalisasi. Dimana sekarang melakukan apapun sangat mudah, dan tidak perlu repot menghabiskan banyak tenaga dan waktu. Pertama dengan hadirnya teknologi smartphone sudah memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Dengan segala sesuatu hanya dengan satu klik dan satu genggaman.

Dan kini teknologi baru sudah masuk Indonesia, yaitu adalah teknologi VR (virtual reality) dan bersamaan dengan AR (augmented reality). Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai perbedaan AR dan VR, pastinya Anda sudah tau aplikasi game yang sempat popular seperti Pokemon Go. Nah itu termasuk salah satu teknologi dari AR. Lalu ketika Anda melihat dengan kacamata headshet dimana memakai itu berasa memasuki pada video yang kita lihat dengan kacamata itu, disebut dengan VR.

Virtual Reality Membuat Hal Virtual Menjadi Seperti Nyata

Virtual reality adalah proses penghapusan dunia nyata di sekitar kita dan kemudian akan dibawa kedalam dunia virtual yang baru. Untuk membuat itu semua terjadi, dibutuhkan perangkat khusus yang akan membuat hubungan pengguna dengan dunia nyata terputus. Yaitu headshet VR, seperti Oculus Rift, Samsung Gear VR, PS VR dan masih banyak sekarang produksi VR, tapi yang lebih bagus popular adalah merk diatas tadi.

Konten VR yang tersedia sudah banyak beredar di Playstore, Playstation 4, dan platform lainnya. Konten yang dibuat ada game dan aplikasi berbasis VR, bahkan saat ini konten mencakup lebih luas lagi, yaitu bisa menonton video 360 derajat.

Augmented Reality Memperkaya Dunia Nyata

Berbeda dengan VR, jika virtual reality memutuskan hubungan dunia nyata dengan pengguna dan menciptakan dunia baru secara virtual. Augmented reality justru memperkaya dunia nyata dengan konten visual atau khayalan. Secara umum, AR adalah proses penambahan konten virtual ke dunia nyata. Sehingga dengan AR pengguna bisa berinteraksi dengan konten virtual secara langsung di dunia nyata.

Untuk menikmati konten AR, Anda tidak membutuhkan perangkat tambahan lain. Cukup dengan kamera smartphone yang dapat terintegrasi dengan sensor Gyroscope dan Magnetic saja. Salah satu contoh game dari tren AR adalah Pokemon Go. Namun tidak hanya ini, game lain sudah banyak juga. Aplikasi lain penggunaan AR juga banyak seperti Layar, Ingress dan Google Translate.

Itulah perbedaan dan penjelasan mengenai AR dan VR, jika Anda merasa tertarik dengan teknologi ini, masih banyak konten kami yang menyajikan teknologi AR dan VR.

5 Game VR Canggih di 2019

Beberapa pengamat teknologi sudah memprediksi teknologi VR (virtual reality) akan menjadi fenomena besar di masa depan. Pengembangan teknologi VR juga sudah didukung banyak perusahaan teknologi di dunia.

Google salah satunya, nama besar yang menyatakan untuk menggarap virtual reality, melalui plaform Daydream untuk Android N. Unity dan Unreal Engine, dua produsen game popular itu sudah menambahkan dukungan untuk Daydream VR yang mempermudah para developer untuk membuat game baru atau mendesain ulang game yang telah ada untuk Daydream.

Dibawah ini adalah game VR yang membuat kamu terpesona. Google pun telah mengumumkan sejumlah produsen game yang akan menciptakan game berbasis Daydream VR. Berikut ini adalah game virtual reality yang menjadi popular.

Dungeon (Epic Games)

Image result for dungeon epic vr

Hampir sebagian besar gamers pastinya mengenal nama Unreal Engine dari Epic Games. Meski telah banyak mengeluarkan banyak game, Epic Games dengan platform barunya yaitu Unreal Engine 4 akan membuat game berbasis VR pada platform VR Google Daydream.

Dalam video demonya, mengungkapkan bahwa kita dapat masuk kedalam gameplay lebih dalam, berinteraksi dan menggunakan item berbeda termasuk mantra magic, membunuh laba – laba dan bertempur dengan ratu laba – laba raksasa. Secara teknis, Dungeon hanya demo saja, tapi kita semua pasti berharap game ini bakal dibuat versi lengkapnya. Dan pastinya akan lebih seru ya!

Need For Speed : No Limits VR

Image result for need for speed no limits vr

EA juga sudah mengeluarkan judul pertama mereka untuk platform VR Daydream, yaitu Need For Speed : No Limits VR. Sedikit informasi, game ini adalah game mobil balap yang liar. Diharapkan pada game ini akan memilki grafis yang lebih menarik dan real-time menggunakan VR tentunya. Sehingga akan merasakan pengalaman seperti balapan mobil sesungguhnya.

Baca Juga : Perbedaan AR dan VR

EVE : Gunjack Next (CCP Games)

Image result for eye gunjack

Developer CCP Games rupanya begitu nafsu untuk mengembangkan game berbasis VR. Sebelumnya CCP Games melirik perangkat mobile Samsung Gear VR 2 sebagai platform yang akan dituju dengan Eve : Gunjack Next. Melalui game Eve : Gunjack Next untuk Daydream, akan ditempatkan pada sebuah turret stasioner dan berjuang menembak pesawat musuh di sekitarnya.

Gameplay game terbilang simple namun, tetap dikemas dengan tampilan grafis yang sangat high. CCP pun tidak main – main, CCP akan memanfaatkan semua kekuatan dan fitur dari Daydream serta mengoptimalkan hardware smartphone high – end.

Wonderglade (Resolution Games)

Image result for wonderglade vr

Game Wonderglade ini belum banyak tersebar infonya, tapi tampaknya permainan ini adalah bertema karnaval yang mencakup seluruh dunia. Game ini dibuat dengan memanfaatkan secara penuh dari kontroler Daydream. Dan didalamnya akan ada banyak koleksi mini game, seperti game panahan, melempar bola, dan kegiatan menyenangkan lainnya.

Playground (Google)

Image result for playground vr

Playground adalah demo dari sebagian dari kecil Daydream yang Google pamerkan pada tahun 2016 lalu. Playground akan menampilkan permainan mini dan mengambil keuntungan penuh dari motion controller yang powerful. Google menyebut akan meluncurkan platform ini pada musim mendatang.

Google menyebut, EVE : Gunjack Next, Wonderglade dan Playground akan dirilis dan dikeluarkan pada tahun ini. Tentunya dari semua game yang disebutkan diatas tadi, akan terus berkembang dan bahkan game berbasis VR akan terus bertambah, dan hadir dengan kualitas yang sangat high.

Cium Aroma Langsung Lewat Teknologi VR

Kita hobi nonton atau main game ? Jika ya, ada kabar baik yang dijamin bakal bikin kita tak sabar menikmati tampilan entertainment dalam balutan VR. Sebentar lagi kita bisa segera merasakan ‘aroma’ dalam film yang ditonton atau game yang sedang dimainkan hanya dengan menggunakan VR  headset.

Startup Feelreal belum lama ini mengumumkan pra rilis dari VR Mask multisensor yang memiliki kemampuan untuk mencium aroma saat menonton film atau bermain game dalam VR headset.

Dilansir dari Digital Trends, Selasa (1/1/2019), masker multisensor tersebut berisi generator aroma yang dapat menyimpan hingga sembilan kapsul dalam katrid yang bisa digonta – ganti.

Pengguna juga dapat memilih dari 255 aroma berbeda untuk ditambahkan ke masker tersebut.

Rasakan pengalaman berbeda ketika menonton film, bermain game, atau aromaterapi pada perangkat VR.

Ada sejumlah aroma yang ditawarkan, mulai dari lavender, mint, bau karet yang terbakar, hingga bubuk mesiu.

Selain fitur aromanya, Feelreal juga memasukkan berbagai simulasi sensor lainnya, seperti panas, berangin, berair, dan getaran.

Sensasi panas dan berangin disimulasikan dengan menggunakan micro-heaters dan pendingin.

Sementara, ultrasonic ionizing system dan force-feedback haptic motors digunakan untuk memberikan efek air atau gerimis.

Masker tersebut dirancang untuk ditempatkan pada VR headset dengan menggunakan magnet yang dikoneksikan ke headset via Bluetooth atau Wi-Fi.

Selain perangkat Samsung Gear VR dan Oculus Rift, masker Feelreal ini dapat dipasangkan juga dengan Oculus Go, HTC Vive, dan PlayStation VR. Masih belum diketahui kapan Feelreal akan meluncurkan perangkat tersebut.

Namun, jika kamu berminat, kita dapat mengunjungi situs web Feelreal dengan mendaftarkan email-mu untuk mendapat pembaruan dan bahkan diskon untuk pemesanan awal.

Terapkan Marketing Dengan Virtual Reality

Teknologi virtual reality saat ini tidak hanya menjadi sebatas konsep futuristik. Namun teknologi VR telah memilki visi baru dan dapat diterapkan pada berbagai bidang. Setelah sebelumnya fokus pada media hiburan, kenyataannya virtual reality dapat dimanfaatkan juga untuk bidang lain yang bahkan tidak bisa dibayangkan. Apakah itu ? ya bidang tersebut adalah marketing.

Perkembangan Virtual Reality

Pada tahun 2016 kacamata VR mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. VR sudah tersebar di berbagai negara hanya dengan waktu beberapa hari. Dan kini, seorang ahli marketing, Forrester memperkirakan, tahun 2020 teknologi VR di pasaran akan meroket hingga 52 juta unit, untuk berbagai kebutuhan.

Apa Fungsi Bagi Marketer ?

Tentu sebuah potensi besar dimana VR dapat menjalankan usaha marketing yang akhirnya akan menyenangkan hati konsumen. Karna adanya VR konsumen akan semakin terbiasa dengan penerapan VR di berbagai bidang termasuk bisnis sebuah brand.

Penerapan Konsep Story Telling

Penerapan bagi seorang marketer pada VR adalah dengan mengutamakn story telling. Maksudnya adalah bagaimana marketer menyampaikan cerita di balik bisnisnya. Dan bercerita tentang berkembangnya bisnis yang dimulai dari nol sampai menjadi besar.

Kemampuan story telling yang diubah kedalam bentuk visual, merupakan pengalaman berbeda dan juga memiliki kemampuan daya tangkap lebih besar dibandingkan yang lain. Dengan cerita seperti itu, maka akan muncul sebuah kepercayaan dari konsumen kepada bisnis kita.

Ciptakan Pengalaman Tak Terlupakan

Penggunaan secara virtual oleh VR untuk melakukan pemasaran produk, tentu mampu memberikan pengalaman yang berbeda bagi konsumen. Karna penggunaan VR membuat konsumen bisa merasakan hal – hal yang terkesan. Seperti contoh kita tau, bahwa sudah ada video VR yang memungkinkan pengguna untuk merasakan sensasi memanjat Gunung Mount Everest hingga melewati hutan Amazon.

Konsep seperti itu dapat di terapkan pada bidang marketing. Bagaimana bisa ? hal yang dicari para marketer adalah bagaimana memperkenalkan produk atau layanan menggunakan teknologi VR. Contohnya, peralatan olahraga sudah menjadi salah satu industri yang menggunakan teknologi VR.

Penerapan pada bidang fashion menggunakan teknologi VR adalah pengguna dapat diajak berjalan, dimana didalam ruangan tersebut terdapat banyak rak berisi produk mulai dari baju, tas, sepatu dan aksesoris lainnya. Untuk itu dibandingkan dengan search engine, menggunakan VR lebih menyenangkan dan berkesan.

Dalam beberapa tahun kedepan, VR (virtual reality) akan merubah cara baru dalam menghubungkan konsumen di banyak bidang tentunya. Dan kabar baiknya adalah semua permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan lebih mengesankan.

Hubungan Virtual Reality dan Bisnis

Virtual realitas (VR) sekarang sudah banyak membantu bagi berkembangnya sebuah bisnis. Tidak perduli seberapa besar atau kecilnya perusahaan, teknologi VR (virtual reality) dapat menguntungkan operasi, penjualan, pemasaran, perencanaan, desain dan tentunya masih banyak lagi lainnya, dimana tentunya suatu perusahaan akan lebih mudah dan tidak memakan waktu dalam menjalankan suatu bisnis atau usahanya.

Visualisasi Data Besar

Data besar atau big data pastinya teknologi ini sangat sulit untuk dipahami dan dipelajari. Setiap perusahaan di dunia sedang berjuang dan mempelajari big data. Karna dengan data tersebut suatu bisnis akan tumbuh dan berkembang terus. Karna bisnis selalu mencari cara baru untuk mendapatkan big data, sementara itu VR berpotensi mengubah permainan big data.

Visualisasi data yang dimaksud adalah perbatasan baru, dan VR tidak perlu untuk memvisualisasikan data ke tingkat yang lebih tinggi. Justru VR dapat membuat data lebih interatif, dan mengubah data secara digital.

Memvisualisasikan data melalui VR juga memungkinkan kita untuk melihat sejumlah data besar yang lengkap, dan dengan mudah menentukan pilihan yang paling relevan dengan projek. Intinya, VR dapat membuat kita memahami big data dengan mudah dan lebih cepat.

Komunikasi & Pelatihan Karyawan

VR memilki keuntungan karena dapat berkomunikasi pada berbagai dimensi, dan untuk itu VR menjadi alat yang ideal untuk berkomunikasi dan melalukan pelatihan karwayan. Pelatihan dapat diatur sebagai tur, tentunya dengan dipandu. Mereka akan dapat melihat keseluruhan materi pelatihan secara antarmuka.

Tur Perusahaan Virtual

Menggunakan tur secara visual dengan VR dapat menginspirasi mereka untuk belajar lebih banyak dengan menjelajahi dan mengambil langkah selanjutnya dalam perjalanan mereka ketika tur.

Mengintergrasikan tur virtual ke dalam bisnis adalah cara sederhana namun kuat untuk mendapatkan kesadaran perusahaan dengan membawa audien di seluruh dunia langsung ke lokasi kita dengan hanya sekali klik.

Sumber Daya Manusia dan Perekrutan Karyawan

VR dapat membantu menarik karyawan yang tepat untuk sebuah perusahaan. Dengan menunjukan bagaimana perusahaan beroperasi, bagaimana bekerja disana, dan keadaan kantor serta lokasi fisik tempat karyawan lainnya bekerja.

Tur virtual dapat membantu bakat masa depan untuk lebih memahami budaya kerja perusahaan, dan hasilnya membantu bisnis akan terus berjalan dan meningkatkan produktifitas pada perusahaan.

Pemasaran dan Penjualan

Ucapkan selamat tinggal pada presentasi 2D, dan saat ini sudah saatnya materi presentasi dengan 3D. contoh lain adalah pada pameran Dagang Pack Expo, Key Technology, produsen dan perancang sistem pengolahan makanan. Mereka melakukan presentasi dengan visual 3D, dengan penjelasan langsung tentang cara kerja suatu bisnis. Dengan menggunakan VR dalam strategi pemasaran dan penjualan, akan menghilangkan keraguan pada produk kita. Dan menjadi satu langkah lebih dekat bahkan, untuk menjadi bisnis yang bertahan lama.

Mengenal XR Portal Sebagai Perpustakaan

Tahun lalu pusat inovasi teknologi digital yaitu Digital Catapult and Arts Council England menghadirkan CreativeXR, sebuah program yang bertujuan mendukung pengembangan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).

Mereka dapat membuat dan mengembangkan teknologi XR karna berhasil mendapatkan invetasi yang cukup besar, mereka terpilih juga untuk mendapatkan akses dari pemimpin industri, serta jaringan Digital Catapult di seluruh dunia dan berpeluang untuk terus mencari pendanaan pada pengembangan berikutnya.

CreativeXR menargetkan pengguna pada karya seni, meseum gallery, perpustakaan, pengalaman seperti pustakawan, dan bentuk hiburan baru interaktif lainnya seperti cerita fiksi dan non-fiksi. Teknologi immersive seperti XR menawarkan banyak peluang konten baru untuk berani mencoba eksperimen dalam menciptakan pengalaman menarik.

Mengenal XR Portal Sebagai Perpustakaan Bagi Dunia Pendidikan

Saat teknologi reality virtual atau biasa disebut AR masuk kedalam teknologi yang kini terus berkembang di dunia. Dimana setelah industri video game telah dimasuki oleh teknologi VR dengan hadirnya game – game keren, serta game konsol seperti Playstation 4 VR.

Kebutuhan semakin besar untuk meningkatkan kemudahan pada dunia pendidikan sedang dibuat dan dikembangkan. Untuk itu pengusaha ahli strategi XR, Maryam Sabour telah merilis konten untuk perpustakaan dan diberi nama XR portal.

“Saya telah melihat pertumbuhan skala di pertemuan Bay Area, lebih dari 1800 anggota dan terlibat dalam percakapan. Dan membicarakan bagaimana cara XR merevolusi industri di luar dunia video games, dengan teknologi virtual reality”, ucapan Alexander Haque salah satu pendiri dari NonGamingXR. Dan dikatakan lagi oleh Alexander Haque bahwa nilai dari XR sebenarnya terletak pada kemampuan konten yang istimewa, seperti menjelajahi pendidikan, olahraga, perawatan kesehatan dan MEA. Dan kini banyak industri XR memilki dampak cukup signifikan pada saat ini.

Diperkirakan platform sepeti XR portal ini akan mendorong industri teknologi yang khusus konten pendidikan. XR portal dapat memecahkan titik masalah bagi para peneliti, pustakawan, dan lainnya. Sebagai sumber daya online, XR portal dapat diakses melalui browser AR dan VR seperti Mozila Firefox, Google Chrome dan Daydream. Dan XR portal telah membangun mitra termasuk LumiereVR dan TechRow.

Duel Monster VR Yu-Gi-Oh!

Duel Monsters VR adalah proyek penggemar yang baru dirilis yang bertujuan untuk menempatkan Anda pertam kali ke dunia Yu-Gi-Oh !, penuh dengan duel kartu PvP multipemain daring yang terkenal adalah manga dan anime.

Duel Monsters VR mendukung headset Oculus Rift, HTC Vive, dan Windows VR; Anda tidak akan menemukannya di Steam atau Oculus Store, karena itu hanya tersedia melalui unduhan langsung melalui Perselisihan permainan (undangan).


Hal ini, kami bayangkan, dilakukan untuk mengurangi potensi penurunan hak cipta, karena Duel Monsters VR dengan berani menampilkan monster, pengaturan, suara, dan karakter dari seri tersebut.

Gim ini, yang membuka server multipemainnya hari ini, adalah gim buatan penggemar tanpa ikatan resmi dengan Konami atau pencipta seri Kazuki Takahashi; tak lama sebelum rilis v0.0.1 hari ini, proyek itu dinamai ‘Yu-Gi-Oh! VR ’.

“Kamu bisa berduel dengan balon Kaiba Corp. Anda dapat menggunakan deck Yugi dan Joey dari Battle City; berduel melawan lawan seperti yang Anda lakukan dalam pertunjukan, ”kata pengembang Sloth Paradise.

Tim juga telah membuat situs web sehingga Anda dapat melacak statistik pemain Anda dan menemukan pemain lain juga, karena permainan hari ini diluncurkan dengan dukungan multi pemain.

Kami telah melihat proyek-proyek penggemar VR datang dan pergi, dengan proyek-proyek seperti Blade Runner 9732 dan banyak kreasi yang terinspirasi Star Trek biasanya mendapatkan kapak dalam beberapa hari setelah rilis publik, jadi Anda mungkin ingin melompat lebih cepat daripada nanti jika Konami memutuskan untuk berhenti dan berhenti melawan pencipta proyek.

Anda Siap Coba Teknologi AR ?

Kita mungkin sudah tau kan, teknologi “Augmented Reality” biasa dikenal AR, atau anda belum tau ? jika anda belum tau bisa baca perkembangan augmented reality dan virtual reality. Panduan antara dunia maya dengan dunia nyata dan disaat anda memburu monster, muncul dilayar terdapat pada lokasi – lokasi dunia nyata dalam sensasi permainan yang muncul tahun lalu, adalah Pokemon Go.

Aplikasi dari teknologi augmented reality akan berdatangan terus dan mengikuti teknologi yang ada. Dimana dengan cara kerja sama, yaitu menempelkan gambar – gambar dunia maya diatas lingkungan dunia nyata. Sehingga teknologi AR (augmented reality) memungkinkan ada melihat bagaimana perabotan yang mau dibeli akan terlihat diruang keluarga, dan secara real-time. Sebelum anda membeli perabotan itu, begitu contohnya.

Meskipun “Pokemon GO” tidak membutuhkan perangkat keras dan lunak khusus, aplikasi AR (augmented reality) yang lebih canggih akan membutuhkan perangkat keras atau perangkat lunak. Dan Google atau Apple telah mengembangkan teknologi, agar dapat memungkinkan itu semua.

Teknologi AR (augmented reality) milik Google sudah tersedia pada smartphone berbasis android, diproduksi Lenovo dan Asus. Nantinya Google berencana terus mengumumkan teknologi AR apa saja yang terus dimasukkan kedalam smartphone. Termasuk pada rancanannya, terdapat pada Samsung S8 dan Pixel. Namun perusahaan Google tidak memberikan jadwal pasti untuk mereka memperbaharui sistem operasi pada perangkat tersebut.

Dengan teknologi Augmented Reality, anda dapat pergi ke dapur, ruang keluarga atau ruang lainnya. Dan dapat menambahkan benda yang direncanakan untuk membelinya. Smartphone anda memetakan dimensi ruangan anda dan menyesuaikan skala benda maya secara otomatis. Anda tidak perlu alat pengukur manual. Toko alat rumah tangga online Wayfair telah memilki aplikasi WayFairView untuk sistem operasi android. Sementara Ikea, mengeluarkan aplikasi sistem untuk Apple. WayFair menyatakan phaknya sedang mencoba untuk membaut aplikasi yang dapat digunakan pada Iphone dan Ipad.

Untuk hiburan, Holo untuk android memungkikan anda dapat berpose foto di sisi harimau dan tokoh kartun lainnya juga. Untuk Iphone dan Ipad anda bisa mencoba food network, memungkinkan dapat menambahkan hiasan dan taburan diatas cupcake.

Pemainan dan Pendidikan juga kategori popular pada pemakaian teknologi AR (augmented reality). Pada perangkat buatan Apple, sebagai pelengkap aplikasi “The Walking Dead” keluaran AMC dapat menciptakan zombie yang tampak berada di sebelah orang sungguhan. Dan sebagian lagi dikreasikan dari foto. Selanjutnya di android, akan terus dibuat aplikasi pelajaran dikelas yang nantinya akan membuat siswa bisa menjelajahi sistem tata surya, gunung berapi serta lainnnya.

Antara Ketersediaan dan Pemanfaatan

Meskipun AR (augmented reality) memilki propek dan peluang lebih baik dari Virtual Reality, tetap harus ada aplikasi hebat agar memudahkan pekerjaan apa saja. Dengan cara sama, smartphone menjadi kebutuhan untuk setiap orang dalam navigasi dan memotret apa saja.

Sebaliknya, orang baru menemukan teknologi Augmented Reality sejalan dengan berjalannya waktu, mungkin beberapa tahun ke depan. Seseorang sedang merenovasi rumah atau pindah mungkin akan menemukan aplikasi perabot rumah tangga. Orang tua baru mungkin akan menemukan aplikasi pendidikan. Orang-orang itu mungkin akam berusaha untuk menemukan lebih banyak lagi aplikasi Augmented Reality untuk dicoba. Namun sekedar mendengar ketersediaan Augmented Reality bisa jadi tidak cukup untuk membuat orang mencoba.

Bayangkan sistem pembayaran lewat smartphone. Sebagian besar smartphone saat ini akan memiliki kemampuan tersebut, namun orang masih cenderung untuk menggunakan kartu debit atau kartu kredit saat berbelanja. Tidak diragukan lagi lebih banyak orang akan mencoba pembayaran lewat telpon pintar dan lebih banyak lagi pengecer  akan menerima sistem pembayaran demikian, namun untuk menjadi sesuatu lebih mudah ditemukan rasanya masih jauh.