AR untuk bisnis

AR Untuk Bisnis: Teknologi Terbaik Untuk Kesuksesan Bisnis Zaman Now

Bagi kamu yang pernah bermain game AR seperti Pokemon Go dan sejenisnya, pasti tau bagaimana kedigdayaan sensasi dan pengalaman dari Augmented Reality (AR).

Berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang kini sudah bisa kita nikmati melalui console PS4 dengan headset VRnya, di mana kita benar-benar merasakan berada dalam dunia virtual, augmented reality hanya menambahkan objek virtual ke sekeliling lingkungan nyata di sekitar kita. Kendati demikian, Augmented Reality masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak ruang untuk dikembangkan lebih jauh lagi, sehingga potensinya di masa depan nanti mungkin saja bisa melampaui kedigdayaan Virtual Reality.

ar vs vr

Kalau ditanya, untuk saat ini lebih bagus mana sih antara AR dan VR? Tentu keduanya memiliki kelebihannya masing-masing. Apabila VR dapat benar-benar membawa kita ke dunia virtual sepenuhnya dan terlepas dari dunia nyata, sehingga kita bisa merasakan sensasi berada di dunia virtual seutuhnya. AR memiliki kekuatan untuk menambahkan dunia virtual ke lingkungan nyata dan merespon apa yang kita lakukan, sehingga teknologi ini cocok untuk bisnis berkat kekuatannya dalam menarik engagement dari orang sekitar, terlebih lagi dengan bantuan headset AR seperti Hololens, teknologi ini bisa membantu di sektor produksi juga lho dalam meningkatkan efisiensi dan mempermudah dalam pekerjaan, sehingga lebih menghemat waktu dan dapat mendorong produktifitas kerja hingga berkali lipat.

ikea place

Salah satu contoh penerapan AR untuk bisnis misalnya IKEA dengan
IKEA Placenya. IKEA Place memanfaatkan ARKit untuk membantu pengguna memvisualisasikan dengan mudah bagaimana berbagai desain furnitur IKEA akan terlihat di rumahmu. Pengguna memindai denah lantai dengan ponsel, kemudian dapat memilih desain furnitur dan drag and drop ke tempat yang diinginkan menggunakan smartphone sebagai jendela bidik. Selain itu ada juga contoh di sektor pendidikan, dimana dengan headset AR guru dapat memonitor segala aktifitas siswa di kelas, bisa tau ketika ada murid yang kesulitan dalam mengerjakan tugas, dan melihat berapa persen siswa yang tidak memahami topik sehingga guru bisa lebih memfokuskan perhatiannya ke murid-murid tersebut.

Menurut data dari lembaga riset Report Linker, pasar untuk AR & VR akan bertumbuh dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 41,2% pada periode 2016–2025. Sehingga berdasarkan data tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa pada tahun 2025, pasar teknologi AR dan VR akan mencapai $ 130,01 miliar.

Seriusnya beberapa perusahaan raksasa teknologi dalam pengembangan AR & VR merupakan salah satu tolak ukur dari potensi perkembangan teknologi ini. Diantaranya Google, Apple, Microsoft, dan Facebook.

Berdasarkan laporan terbaru dari Tractica, pengguna aktif teknologi AR dapat mencapai 1,9 miliar di tahun 2022. Angka pertumbuhan ini terbilang sangat pesat, mengingat pada tahun 2016 kemarin hanya sampai di titik 342,8 juta pengguna aktif unik bulanan secara global. Selama periode ini, firma intelijen pasar memperkirakan bahwa pendapatan teknologi AR di seluruh dunia akan meningkat dari $ 749,0 juta menjadi $ 18,5 miliar per tahun.

Foto: Tractica.com

Dilansir dari Tractica, penggunaan teknologi AR juga akan semakin meluas dan diterapkan di berbagai bidang seiring dengan terus berkembangnya pasar di sepanjang tahun 2019. AR akan mulai menjadi kemampuan mobile yang semakin tertanam di perangkat mobile dan platform lainnya. Teknologi AR juga akan tertanam di platform media sosial, e-commerce, aplikasi bisnis, game dan hiburan, pemetaan/navigasi dalam ruangan, serta empat kasus penggunaan untuk perusahaan/institusi (pendidikan, perawatan tanaman, layanan lapangan , dan alat penjualan B2B), dan masih banyak lagi.

Prospek teknologi AR di masa depan sangatlah bagus dan dapat digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu contohnya misalnya untuk memajukan para pengusaha UKM. Dengan bantuan teknologi AR, para pelaku UKM tidaklah perlu repot-repot membawa berbagai dokumen untuk memperkenalkan bisnis mereka. Cukup dengan selembar kartu nama yang kemudian apabila disorot oleh smartphone akan langsung menampilkan company profil di layar smartphone tersebut. Bukan hanya company profile tapi bisa juga contoh produk, video, bahkan 360 virtual tour business. Dan dengan teknologi AR ini, kebutuhan marketing akan lebih efisien, interaktif serta efektif.

Teknologi AR lainnya juga dapat diterapkan pada para pelaku usaha wedding organizer, atau penyewaan gedung pernikahan. Setiap minggunya, atau bahkan setiap harinya di Indonesia pasti berlangsung pesta pernikahan. Dengan adanya teknologi AR, pengusaha wedding organizer (WO), pengusaha penyewaan gedung, atau pengusaha dekorasi gedung dapat memberikan gambaran dekorasi pernikahan atau simulasi virtual pesta pernikahan yang berlangsung di gedung tersebut, sehingga para konsumen dapat melihat secara nyata gambaran dekorasi atau pesta pernikahan yang akan dilangsungkan.

Terlepas dari kedua contoh model bisnis diatas sebenarnya penggunaan teknologi AR masih sangat luas dan dapat diterapkan di berbagai bidang. Sebut saja pendidikan, e-commerce, game, pertanian, kesehatan, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *