Category Archives: Uncategorized

pelatihan pilot mr

Pelatihan Pilot MR: Jadikan Pasukan Tempur di Udara Tidak Terkalahkan

Di Pangkalan Gabungan San Antonio-Randolph, instruktur pelatihan pilot memanfaatkan berbagai teknologi yang ada untuk membantu dalam pembelajaran dan pengembangan para peserta pelatihan. Ini dikenal sebagai Pilot Instructor Training Next, yang juga disebut sebagai PIT Next, program pelatihan pilot sarjana yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), sehingga terlahirlah pelatihan pilot MR (Mixed Reality).

Letnan Jenderal Steve Kwast, seorang komandan Komando Pendidikan dan Pelatihan Udara, telah memberdayakan Airmen di seluruh perusahaan perekrutan, pelatihan, dan pendidikan untuk “menjadi berani, mengambil risiko dan menerima perubahan” sehingga mereka melakukan perubahan pada pelatihan kurikulum untuk menemukan cara terbaik untuk menginspirasi dan mengembangkan Mach-21 Airmen.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, program “Pelatihan pilot MR” diciptakan, karena dua skuadron Pelatihan Wing ke 12 telah mengintegrasikan simulator virtual reality dan headset video 360 derajat ke dalam silabus pelatihannya. Asal usul terlahirnya pembelajaran berbasis teknologi ini dimulai dengan Pilot Training Next, program pelatihan pilot sarjana yang berbasis di Austin, Texas, yang memanfaatkan virtual dan augmented reality untuk membayangkan kembali bagaimana masa depan pelatihan pilot Angkatan Udara akan terlihat.

Letnan Kolonel Matthew Strohmeyer, Komandan Skadron Pelatihan Terbang ke-560, dan Letnan Kolonel Justin Chandler, Komandan Skadron Terbang ke-99, menambahkan teknologi baru ini ke skuadron mereka masing-masing di bulan Mei dan Juni tahun ini.

“Siswa yang duduk di kursi dan mulai terbang di lingkungan virtual bereaksi seolah mereka berada di pesawat yang sesungguhnya dalam beberapa menit,” kata Chandler. “Kemampuan untuk mengenali dan mendorong perubahan di tingkat operasional merupakan langkah monumental untuk Angkatan Udara.”

Sejak pelatihan pilot MR diterapkan, terdapat manfaat yang bisa terukur dari penambahan teknologi dan sepuluh pilot instruktur dijadwalkan untuk lulus dari program PIT Next setiap bulan.

“Sejalan dengan Strategi Pertahanan Nasional, Angkatan Udara difokuskan untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya,” kata Strohmeyer. “Kami memastikan pilot kami mampu memberikan superioritas udara dan kekuatan udara untuk Amerika dalam konflik di masa depan. Para pemimpin kami memungkinkan kami untuk menemukan keuntungan yang kami butuhkan untuk memastikan kami dapat mencegah musuh untuk melawan kami, dan jika kami harus bertarung, kami dapat mendominasi.”

pelatihan pilot mr

Salah satu keuntungan dari pelatihan pilot MR yang telah dicatat adalah kemampuan untuk menempatkan siswa dalam situasi yang kompleks atau berbahaya yang tidak mungkin dilakukan di pesawat yang sesungguhnya.

“Dalam kehidupan nyata, seorang instruktur tidak dapat menempatkan siswa dalam situasi yang berbahaya secara disengaja dan membahayakan keselamatan penerbangan, tetapi itu tidak berlaku secara virtual,” kata Strohmeyer. “Secara virtual, instruktur dapat menempatkan siswa dalam situasi apa pun untuk menentukan apakah mereka akan mengenali bahaya dan apakah mereka mengambil tindakan yang tepat.”

Para siswa juga memiliki kesempatan untuk membawa pulang headset mobile-video yang terhubung ke ponsel pintar pilot, memungkinkan untuk pelatihan on-command dan on-demand.

“Memasukkan teknologi tingkat ini dan pembelajaran pengulangan mendalam memungkinkan para siswa ini melihat lingkungan penerbangan lebih banyak daripada sebelumnya,” kata Strohmeyer. “Pada akhirnya, ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan tingkat penguasaan keterampilan yang lebih tinggi yang mereka butuhkan untuk menjadi kompeten di akhir program.”

Perubahan dalam FTS ke-99 meliputi penyertaan headset VR dan video 360 derajat, serta perspektif baru dari pendekatan akademisi kelas tradisional.

Baca juga: Pemanfaatan AR Sebagai Media Untuk Pelatihan Keselamatan Kerja

“Kita perlu mengakui bahwa terdapat wawasan baru tentang bagaimana otak manusia belajar dan memproses informasi. Perlu ada evolusi dalam cara kami menangani tugas-tugas ini, ”kata Chandler. “Kami menolak menerima status quo dan penolakan itu telah mendorong kami ke tingkat pelatihan yang lebih tinggi.”

Chandler mempercayai bahwa apa yang telah diraihnya dari metode pelatihan pilot MR hanyalah tiitk awal saja, kedepannya ia meyakini bahwa manfaat dari pemanfaatan teknologi untuk pelatihan akan bisa dirasakan oleh seluruh bidang karir yang ada.

Apakah Augmented Reality itu?

Augmented Reality atau dalam bahasa Indonesia Realitas tertambah dan dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

Ilustrasi Game Augmented Reality buatan Asli Indonesia

Augmented Reality Mobile Games

Android Augmented Reality Mobile Games

Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.

Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.

Teknologi Augmented Reality sangat cepat sekali berkembang, di Indonesia sendiri telah banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi AR. AR merupakan terobosan  dibidang teknologi yang sangat canggih. Karena dengan teknologi ini kita dapat membuat segala hal yang abstrack atau virtual bisa kelihatan nyata atau real.

Teknologi AR sendiri telah dikembangkan dalam berbagai hal, dalam pemanfaatanya teknologi  ini dapat digunakan dalam hal:

  1. Augmented Reality Interactive Games
  2. Augmented Reality Presentation
  3. Augmented Reality Event
  4. Augmented Reality High Tech Environment
  5. Augmented Reality Website
  6. Augmented Reality Promotion

Beginilah Sejarah Teknologi Augmented Reality

Secara umum, Augmented Reality (AR) adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. Sebagai contoh, adalah saat stasiun televisi,menyiarkan pertandingan sepak bola, terdapat objek virtual, tentang skor pertandingan yang sedang berlangsung.Menurut Ronald Azuma pada tahun 1997, Augmented Reality adalah menggabungkan dunia nyata dan virtual, bersifat interaktif secara real time, dan merupakan animasi 3D. Sejarah tentang Augmented Reality dimulai dari tahun 1957-1962, ketika seorang penemu yang bernama Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan memapatenkan sebuah simulator yang disebut Sensorama dengan visual, getaran dan bau. Pada tahun 1966, Ivan Sutherland menemukan head-mounted display yang dia claim adalah, jendela ke dunia virtual.

Tahun 1975 seorang ilmuwan bernama Myron Krueger menemukan Videoplace yang memungkinkan pengguna, dapat berinteraksi dengan objek virtual untuk pertama kalinya. Tahun 1989, Jaron Lanier, memeperkenalkan Virtual Reality dan menciptakan bisnis komersial pertama kali di dunia maya, Tahun 1992 mengembangkan Augmented Reality untuk melakukan perbaikan pada pesawat boeing, dan pada tahun yang sama, LB Rosenberg mengembangkan salah satu fungsi sistem AR, yang disebut Virtual Fixtures, yang digunakan di Angkatan Udara AS Armstrong Labs, dan menunjukan manfaatnya pada manusia, dan pada tahun 1992 juga, Steven Feiner, Blair Maclntyre dan dorée Seligmann, memperkenalkan untuk pertama kalinya Major Paper untuk perkembangan PrototypeAR.

Pada tahun 1999, Hirokazu Kato, mengembangkan ArToolkit di HITLab dan didemonstrasikan di SIGGRAPH, pada tahun 2000, Bruce.H.Thomas, mengembangkan ARQuake, sebuah Mobile Game AR yang ditunjukan di International Symposium on Wearable Computers.

Pada tahun 2008, Wikitude AR Travel Guide, memperkenalkan Android G1 Telephone yang berteknologi AR, tahun 2009, Saqoosha memperkenalkan FLARToolkit yang merupakan perkembangan dari ArToolkit. FLARToolkit memungkinkan kita memasang teknologi AR di sebuah website, karena output yang dihasilkan FLARToolkit berbentuk Flash. Ditahun yang sama, Wikitude Drive meluncurkan sistem navigasi berteknologi AR di Platform Android. Tahun 2010, Acrossair menggunakan teknologi AR pada I-Phone 3GS.

Bidang-bidang yang pernah menerapkan teknologi Augmented Reality adalah:

  1. Kedokteran (Medical): Teknologi pencitraan sangat dibutuhkan di dunia kedokteran, seperti misanya, untuk simulasi operasi, simulasi pembuatan vaksin virus, dll. Untuk itu, bidang kedokteran menerapkan Augmented Reality pada visualisasi penelitian mereka.
  2. Hiburan (Entertainment): Dunia hiburan membutuhkan Augmented Reality sebagai penunjang efek-efek yang akan dihasilkan oleh hiburan tersebut. Sebagai contoh, ketika sesorang wartawan cuaca memperkirakan ramalan cuaca, dia berdiri di depan layar hijau atau biru, kemudian dengan teknologi augmented reality, layar hijau atau biru tersebut berubah menjadi gambar animasi tentang cuaca tersebut, sehingga seolah-olah wartawan tersebut, masuk ke dalam animasi tersebut.
  3. Latihan Militer (Military Training): Militer telah menerapkan Augmented Reality pada latihan tempur mereka. Sebagai contoh, militer menggunakan Augmented Reality untuk membuat sebuah permainan perang, dimana prajurit akan masuk kedalam dunia game tersebut, dan seolah-olah seperti melakukan perang sesungguhnya.
  4. Engineering Design: Seorang engineering design membutuhkan Augmented Reality untuk menampilkan hasil design mereka secara nyata terhadap klien. Dengan Augmented Reality klien akan tahu, tentang spesifikasi yang lebih detail tentang desain mereka.
  5. Robotics dan Telerobotics: Dalam bidang robotika, seorang operator robot, mengunnakan pengendari pencitraan visual dalam mengendalikan robot itu. Jadi, penerapan Augmented Reality dibutuhkan di dunia robot.
  6. Consumer Design: Virtual reality telah digunakan dalam mempromsikan produk. Sebagai contoh, seorang pengembang menggunkan brosur virtual untuk memberikan informasi yang lengkap secara 3D, sehingga pelanggan dapat mengetahui secara jelas, produk yang ditawarkan. (Anggriyadi,2012)

Di Indonesia sendiri, terdapat perusahaan MonsterAR yang telah mampu menggunakan dan mengembangkan teknologi ini, anda dapat melihat di website nya http://monsterar.net, Augmented Reality yang dapat dikembangkan mencakup Mobile Application, Augmented Reality Games maupun Augmented Reality Event.

Jenis Marker

Augmented reality(AR) agar dapat menyajikan informasi dengan benar ke dalam dunia nyata membutuhkan sebuah pendeteksian marker. Sistem perlu tahu dimana penggunanya dan apa yang pengguna cari. Biasanya, pengguna mengeksplorasi lingkungan melalui layar yang menggambarkan gambar dari kamera bersama dengan informasi yang dimunculkan. Jadi dalam hal ini, sistem perlu menentukan lokasi dan orientasi kamera lewat kaliberasi kamera, kemudian mampu memunculkan benda – benda virtual tepat ditempat yang benar.

Berikut adalah beberapa contoh jenis marker :

Marker Frame techniques_frame     :Kekuatan pelacakan penandaan marker sebagian besar terletak pada bingkai hitam yang terlihat seperti gambar disamping. Didalam binkai hitam tersebut dapat diisi dengan sesuatu gambar dan itu tidak akan mengganggu pendeteksian markernya.

 

 

techniques_splitMarker Split :Pada split marker pendeteksian terletak pada dua barcode yang terpisah atas dan bawah, yang selanjutnya mengurangi wilayah jarak barcode tersebut untuk mendefinisikan area marker.

 

 

 

techniques_gridMarker Dot :Menggunakan sebuah titik titik hitam yang berfungsi sebagai titik acuan untuk pelacakan marker.

 

 

 

Marker DataMatrix (ISO/IEC16022) :
DataMatrix adalah stechniques_datamatrixebuah standar ISO untuk 2D barcode. Studierstube Tracker mendukung penanda dengan pola DataMatrix tertanam. Oleh karena itu, marker dapat menyimpan sejumlah besar biner (misalnya model 3D sederhana) atau teks (misalnya URL) data.

 

ID markers  (simple-id and BCH) :
techniques_simpleid

 

 

 

Markers Template  (contoh : ARToolkit) :

HIRO