Coca-Cola Bangkitkan Semangat Libur Natal Dengan Augmented Reality

Salah satu produk yang menggunakan AR untuk branding dan marketing adalah Coca Cola yang sebelumnya juga menggunakan AR untuk membuat film animasi pendek dengan teknologi ini. Tujuan dibuatnya film animasi pendek yang terdiri dari 12 cerita tersebut dalam Coca-Cola AR adalah untuk meningkatkan emosi positif para pelanggan terhadap produk Coca-Cola dengan hasil yang benar-benar positif dan memuaskan.

Augmented Reality (AR) saat ini semakin banyak digunakan untuk kegiatan branding dan marketing karena dinilai mampu menyampaikan informasi lengkap tentang produk, termasuk produk Anda. Tak hanya itu, menggunakan AR sebagai brand marketing juga sangat efektif dan memberikan pengalaman yang baru bagi para pelanggan yang akan sangat sulit untuk dilupakan.

Menjelang natal dan masa liburan yang sebentar lagi akan tiba, Coca-Cola tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengulangi kesuksesan sebelumnya dengan memperbarui kemasan botolnya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini mereka akan menampilkan maskot beruang kutub yang sangat lucu dengan Santa Claus yang memimpin enam botol pengangkut botol kaca.

Coca Cola AR
Image Source : reality

Pembeli minuman kaleng Coca-Cola dapat menghidupkan beruang kutub dengan menggunakan aplikasi Coca-Cola untuk iOS atau Android, konsumen nantinya dapat memindai kaleng dan botol bertema liburan untuk mengubah kemasan menjadi rekreasi digital yang menampilkan musim dingin dan kumpulan beruang kutub dalam tampilan AR.

Baca juga: Jack Daniel Akhirnya Ikut Melirik Teknologi AR Sebagai Tools Untuk Strategi Pemasarannya

Selain menampilkan beruang kutub yang akan tampil dalam AR, Anda juga dapat menggunakan aplikasi untuk memindai berbagai variasi botol dan kaleng, yang akan menghadirkan berbagai adegan AR lainnya, termasuk adegan kampanye iklan dari Coca-Cola tentang liburan pada tahun 2013, hingga perang bola salju. Selain itu, dengan memindai dua kaleng secara bersama akan menghasilkan rendisi “Jingle Bells” yang dimainkan oleh karakter pada botol kaca. 

Coca-Cola juga bertujuan menggunakan teknologi AR dalam produk mereka yaitu sebagai bentuk penghargaan terhadap pelanggan atas pembelian yang mereka lakukan. Bukan hanya Coca-Cola saja yang telah menggunakan AR dalam memperkenalkan produk mereka kepada para pelanggan. Perusahaan lain juga sudah banyak menggunakan AR seperti Nike, Starbucks, hingga Burger King.

Hal ini membuktikan bahwa teknologi AR sangat efektif untuk menjaring ketertarikan para pelanggan dan memberikan informasi serta layanan yang baik terhadap mereka. Oleh karena itu para ahli meyakini bahwa teknologi AR akan semakin banyak digunakan untuk memperkenalkan berbagai produk lainnya di masa depan.

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *