Revolusi Pertunjukan DJ Virtual Melalui Teknologi AI dan Virtual Reality

Mubert telah bekerja sama dengan sebuah platform konser VR untuk menyajikan pertunjukan DJ virtual. Dengan teknologi AI yang dapat menciptakan musik dalam konser Virtual Reality (VR). Ini merupakan upaya terbaru untuk menciptakan manusia tiruan atau makhluk virtual.

Mereka membuat sebuah avatar fotorealistik, atau karakter virtual yang terlihat seperti manusia sungguhan. DJ virtual ini akan secara mandiri menciptakan aliran musik yang selalu berubah yang menyesuaikan dengan semua jenis suasana hati dan lingkungan. Ini dapat menjadi solusi untuk mencegah kesepian pengguna dengan mengisi kehidupan mereka menggunakan manusia buatan.

Algoritma genetik di balik masing-masing karakter serba digital ini akan memicu perilaku dan memungkinkan mereka menyerap data dari lingkungan untuk terus mengembangkan pengetahuan dan mengembangkan gaya musik mereka. Ini merupakan sebuah upaya untuk menciptakan metaverse, alam semesta dunia virtual yang semuanya saling berhubungan, seperti dalam film Ready Player One.

Pertunjukan DJ virtual ini akan memberdayakan para pemain DJ virtual dengan kemampuan untuk membuat musik yang dibuat secara artifisial dalam waktu nyata berdasarkan database sampel yang ekstensif. Dari hip-hop dan EDM hingga K-pop dan indie rock, DJ ini akan menangani lebih dari 60 genre musik. AI yang dikombinasikan dengan VR dapat mendorong batasan komputasi.

Baca juga: Dampak Positif Teknologi VR Bagi Kesehatan Psikologi Selama PSBB

Sejak 2017, Mubert telah menghasilkan dan mengirimkan jutaan lagu multi-genre kepada pecinta musik. Tahun lalu, aplikasi seluler mereka menjadi “App of the Day” di App Store di 170 negara dan dianugerahi “App of The Year” oleh Google Play. Teknologi AI yang dikembangkan oleh Mubert digunakan oleh layanan seperti Crello, PicsArt, Sleep Cycle, dan Insight Timer. Saat ini, Mubert memanfaatkan musik bebas hak ciptanya untuk berbagai tujuan.

Virtual DJ ini akan membawakan acara di Sensorium Galaxy, bersama dengan artis terkenal seperti David Guetta, Armin van Buuren, Carl Cox, dan Dimitri Vegas & Like Mike. Sensorium mengatakan bahwa seniman yang didukung AI akan melengkapi bakat seniman dari kehidupan nyata di alam semesta alternatif, dengan perpaduan yang seimbang antara seni yang dihasilkan manusia dan AI.

Platform VR sosial multi-pengguna ini bertujuan untuk mengubah cara orang berinteraksi satu sama lain terutama dalam menikmati seni. Mereka kini sedang membangun kemitraan dengan artis, produser, dan perusahaan hiburan mulai dari JAY-Z, Lil Wayne, Rihanna, Daft Punk, dan lainnya.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *