Tag Archives: game

sensasi borderlands 2 vr

Menjajal Sensasi Borderlands 2 VR yang Luar Biasa dan Tak Terlupakan

Borderlands 2 merupakan salah satu game dari Playstation yang populer, release di tahun 2012 silam. Kini, game ini ada versi VRnya lho. Release mulai tanggal 14 Desember 2018, jadi kita sudah bisa beli dan nikmati gamenya sekarang dan merasakan sensasi Borderlands 2 VR ini. Tapi sebelumnya udah punya PSVRnya belum di rumah? Kalo belum ada mungkin harus sedikit bersabar buat kumpulin dananya terlebih dahulu. Tapi jangan sampe jual ginjal ya, gak baik buat kesehatan..kesehatanmu lho.

Terus, apakah keunggulan dari Borderlands 2 VR dibanding versi originalnya?

Karena kita berbicara soal VR, sudah pasti sensasi virtual yang diberikannya benar-benar nyata. Coba bayangkan kembali apa saja yang biasa kamu temui di dalam game sebelum versi VRnya ini release. Berbagai macam senjata yang canggih dan menarik, berkendara seperti orang gila, ngeheadshoot dan pecahin kepala musuh, looting, dan banyak lagi.
Dengan VR, itu semua bisa kita lakukan dengan lebih nyata, secara virtual. Selain itu kita juga bisa minum coklat panas, bermain tic tac toe, menyusun puzzle, menonton TV..minum coklat panah…eh gak juga ya? Ok, fine.

Namun sayangnya, kalo Borderlands 2 versi originalnya sangat berfokus di co-op atau permainan multiplayer yang bisa dukung hingga 4 pemain, Borderlands 2 VR ini tidak memiliki mode co-op sama sekali..ya, gak ada sama sekali, jadi jangan harap bisa main rame-rame bareng temen-temen. Yah, setidaknya untuk saat ini, mari berharap kedepannya akan ada perubahan dan jadi bisa main co-op juga, seiring dengan terus dikembangkannya teknologi VR ini. 

Borderlands 2 VR mendukung PlayStation Move controller dan gamepad standar, tetapi sayangnya tidak memiliki dukungan untuk PS Aim.

Untuk merasakan sensasi menembak dan memegang pistol yang lebih real dan merasakan sensasi Borderlands 2 VR yang seutuhnya, disarankan menggunakan move controller. Namun jika kamu tidak terlalu peduli dengan hal tersebut dan lebih memilih kontrol yang lebih mudah bisa pake gamepad biasa, karena move controller terasa agak aneh dan kurang nyaman bagi yang belum terbiasa.

borderlands 2 vr indonesia

Antarmuka game telah di-porting ke VR dengan cara yang sangat sederhana yang dikendalikan dengan penunjuk laser dengan move controller, dan syukurlah cara pengendaliannya tidak serumit Skyrim VR.

Inti keseruan dari game ini tentu masihlah terletak pada tembak-tembakan dengan musuh-musuh dan menemukan senjata-senjata baru, looting buat mengupgrade, sambil menjelajahi dunia game dan menikmati cerita dengan storyline dan leveling yang sederhana (mendapatkan quest, menjalankan quest, menyelesaikan quest, mengumpulkan hadiah, meningkatkan level, menjadi lebih kuat, melawan musuh yang lebih kuat, dan begitu seterusnya sampai negara api menyerang). Siapa pun yang udah terbiasa memainkan MMORPG pasti secara alami dapat langsung memahami gameplaynya kok.

borderlands 2 vr indonesia

Keunggulan dari Borderland masihlah terletak di variasi senjatanya yang banyak sekali dan beraneka ragam, seperti senapan, sniper, pistol, dan sebagainya dengan berbagai karakteristiknya masing-masing, dan kini kamu bisa merasakannya dalam sensasi VR. Kamu pasti akan dipertemukan dengan senjata yang kamu suka, tetapi seiring dengan meningkatnya level mau gak mau kamu harus beralih ke senjata lain yang lebih kuat untuk bisa mengalahkan musuh yang lebih sulit untuk dihadapi, dan tentunya ini mengharuskanmu untuk bisa selalu beradaptasi dalam merubah gaya permainan.

Dan ada satu lagi fitur tambahan yang bisa kamu rasakan dari sensasi borderlands 2 VR ini, yaitu skill ‘BAMF Time’ (BadAss Mega Fun Time) 
yang merupakan mekanisme gerak lambat sederhana yang tersedia untuk keempat karakter. Walau tidak ada fitur khusus lainnya dari skill ini, 
tetapi setidaknya ini bisa berguna untuk menyelamatkan diri ketika kehabisan senjata atau peluru.

borderlands 2 vr indonesia

Baca juga: Pokemon Go Kini Ada Mode Trainer Battles PvP, Kuy Kita Main

Untuk saat ini, mungkin masih banyak batasan-batasan yang membuat kita belum bisa merasakan sensasi seutuhnya dari game VR, seperti batasan waktu bermain karena penggunaan headset VR yang terlalu lama bisa bikin pusing misalnya. Tetapi teknologi VR ini masihlah terus dikembangkan setiap waktu hingga saat ini dan seterusnya, jadi hanya tinggal menunggu waktunya saja hingga kita bisa merasakan sensasi Borderlands 2 VR yang seutuhnya seperti di film Ready Player One. Bukan hanya untuk game ini saja, tetapi untuk semua game VR yang ada untuk saat ini, dan game-game VR lainnya di masa depan nanti.

trainer battles pvp

Pokemon Go Kini Ada Mode Trainer Battles PvP, Kuy Kita Main

Pokemon Go kini bisa bermain PvP lho, alias bertarung antar pemain satu sama lain.

Belum lama ini, Niantic mulai meluncurkan mode baru yaitu Trainer Battles PvP (Player VS Player) mode. Pada awalnya mode ini hanya tersedia untuk pemain dengan level 40 ke atas, kemudian 30 ke atas, 20, 10, dan terakhir baru semua level bisa bermain dalam selang waktu beberapa jam saja. Niantic melakukan ini bukan tanpa alasan, mengingat para pemain sempat kesulitan saat melakukan proses menangkap dan login pada event Dratini di bulan 24 Februari 2018 di saat Community Day karena banyak sekali pemain yang login secara bersamaan. Karena alasan tersebut, ketika awal release dibatasi untuk pemain dengan level tertentu terlebih dahulu untuk menguji beban server.

Untuk berpartisipasi dalam pertarungan, kita dapat mencari pemain terdekat dan kemudian memindai kode pertempuran mereka untuk memulai sparring. Jika tidak ada pemain lain di dekat kita, kita dapat menantang teman atau bermain melawan AI.

Pemain dapat memilih antara tiga liga dengan berbagai tingkat kesulitan, mulai dari Trainer Battle Leagues, yang membatasi para pemain dengan syarat kekuatan tempur di kisaran 1.500, hingga Master League yang tanpa batasan kekuatan tempur. Tujuan diadakannya batasan ini tentu untuk menciptakan suasana pertarungan yang seimbang dan menyenangkan.

“Di satu sisi, kami ingin menjadikan sistem cukup mudah untuk dipahami bagi pemain, bahkan seseorang yang relatif tidak akrab dengan mekanisme game Pokemon Go sekalipun. Pada saat yang bersamaan, kami ingin menciptakan pengalaman kompetitif yang unik dengan strategi pertarungan yang kompleks kepada Pelatih profesional yang bersemangat untuk bertarung. Kami mencapai keseimbangan ini dengan menerapkan Trainer Battle Leagues dan menciptakan lebih banyak peluang bagi para Pelatih untuk membangun strategi pertempuran.” Tulis Niantic dalam sebuah postingan blog.

Saat pertempuran dimulai, pelatih memilih tim dengan tiga Pokémon. Meski secara default permainan merekomendasikan skuad tertentu, bagian dari strategi permainan adalah menyusun grup dengan beragam serangan dan pertahanan untuk mengungguli skuad lawan.

Gameplay untuk Trainer Battles PvP berbeda dengan mode biasanya ketika menangkap pokemon. Di sini pemain dapat menyerang dengan serangan cepat dan kemudian meningkat ke charged attack ketika power meter telah penuh. Pemain juga dapat membuka kunci serangan tambahan. Baik menang ataupun kalah, kedua kompetitor tetap mendapatkan hadiah di dalam game.

Tampaknya, penambahan mode Trainer Battles PvP dari Pokemon Go ini sebagai upaya dalam bertahan melawan game AR berbasis lokasi lainnya seperti Jurassic World Alive dan Ghostbusters World, sambil tetap setia pada konsep dasar permainan untuk membawa pemain keluar ruangan.

Sementara mode PvP di Jurassic World Alive mencocokkan pemain dengan dengan pemain lain secara acak secara jarak yang jauh, Trainer Battles PvP dari Pokémon GO memungkinkan gameplay jarak jauh hanya antara Ultra Friends atau Best Friends. Oleh karena itu, pemain yang belum memiliki setidaknya Best Friends dalam permainan harus pergi ke taman atau ruang publik lainnya untuk memilih pertarungan virtual dengan pemain Pokémon GO lainnya. Alhasil, game ini tetap memaksa beberapa pemain untuk keluar ruangan dan menikmati alam sekitar..its ok lah.

Di tahun 2018 ini, Niantic berjuang cukup keras untuk memastikan game tertasnya untuk tetap berjaya, menambahkan mode AR+ untuk Android, Field Research quests, Adventure Sync background step tracking, dan Pokestop nomination system. Niantic juga masih harus meluangkan waktu untuk merilis Ingress Prime. Dengan semua kesibukan tersebut, tidak mengherankan bahwa tanggal rilis untuk Harry Potter Wizards Unite harus di undur hingga ke tahun 2019.

Baca juga: Virtual Reality Akan Merevolusi Industri Game di Masa Depan

Ngomong-ngomong soal 2019, expektasi terhadap Niantic juga semakin tinggi berkat platform Real Worldnya, dimana ini akan membawa pengalaman multiplayer, persistent content, dan real world
occlusion bagi game-game Niantic ke depannya. Niantic juga telah membagikan video demo yang memperlihatkan akan seperti apa jadinya nanti setelah platform real worldnya diterapkan. Pokemon yang berlarian jadi bisa mengenali objek sekitar di dunia nyata dan menghindarinya, alih-alih berlari menembus objek tersebut seperti sebelumnya, gila ya?

Selain menjadi pelopor, Niantic juga tampaknya masih berjaya dalam permainan AR berbasis lokasi hingga saat ini dan beberapa waktu ke depan. Mantap lah, good job Niantic. Teruslah berkreasi untuk selalu memberikan yang fresh dan terbaik, kami akan selalu mendukungmu.

industri game vr

Virtual Reality Akan Merevolusi Industri Game di Masa Depan

Berkat industri game, kini Virtual Reality (VR) telah berkembang jauh melampaui harapan dalam beberapa tahun terakhir ini. Konsep ini memang sudah terpikirkan sejak lama dan sering kita lihat di film-film fiksi ilmiah. Para pengembang juga sudah sejak lama serius dalam menerapkan konsep ini ke dunia nyata, hingga pada akhirnya, sampailah pada titik dimana teknologi ini bisa kita nikmati di kehidupan sehari-hari, contohnya PSVR.

Kenapa industri game bisa sangat berpengaruh terhadap perkembangan Virtual Reality yang begitu pesat?

perkembangan industri game vr

Tercapainya perkembangan VR yang begitu pesat ini dipicu oleh para gamer di seluruh dunia. Dengan hasrat mereka yang begitu kuat untuk merubah pengalaman bermain game menjadi lebih nyata dan imersif, ditambah lagi dengan bermunculannya film tentang game VR seperti Sword Art Online dan Ready Player One yang membuat hasrat mereka semakin menyala dengan begitu kuat. Para developer menyambut baik hal tersebut dan menjadikannya sebagai peluang pasar dalam mengembangkan VR khususnya untuk game.

VR Gaming Menawarkan Pengalaman Immersive yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

game vr yang imersif

Hal ini sudah terbukti nyata, dengan munculnya jajaran judul game virtual reality yang mengesankan di tahun 2018. Contohnya saja superhot, first-person shooter (FPS) yang memulai debutnya di tahun 2016, baru-baru ini diluncurkan kembali sebagai Superhot VR.

Superhot menonjol di antara game FPS lainnya karena berfokus pada ketepatan bukan kecepatan. Waktu hanya bergerak ketika kita bergerak, dan akan berhenti ketika kita berhenti. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat koreografi tembak-menembak secara cermat dan bahkan menangkap senjata yang melayang di udara.

Star Trek: Bridge Crew adalah judul lain yang sangat dinanti oleh para penggemarnya. Bisa dibilang merupakan game terbaik untuk membuat kita benar-benar merasa seperti bagian dari USS Enterprise ketika menavigasi galaksi dengan bantuan headset VR. Judul lainnya termasuk versi VR yang diciptakan kembali dari Battlezone klasik 1980-an, sebuah game zombie apocalypse, The Climb, dan game crafting favorit semua orang, Minecraft.

Virtual Reality memberikan apa yang sudah lama didambakan oleh para gamer, yaitu pengalaman yang lebih mendalam dari sebelumnya. Aspek penting dari budaya game adalah tentang menemukan kembali diri sendiri dan mengalami tantangan dan situasi yang tidak akan pernah kita rasakan dalam kehidupan nyata. Semua itu terwujud melalui penggunaan teknologi VR di industri game. Pemain benar-benar merasa seperti berada di dunia yang sedang mereka mainkan, alih-alih hanya menatapnya melalui layar televisi atau monitor.

Seiring dengan terus dikembangkannya kualitas grafis dan perangkat pendukung seperti haptic suit, pengalaman virtual yang dirasakan akan semakin dahsyat dan kuat. Di tambah lagi controller VR yang semakin hari semakin canggih saja, kini controller bisa di pasang di jari-jari tangan dan bahkan ada juga yang berupa glove, sehingga pergerakan di dunia virtual akan semakin nyata dan natural.

Potensi Luar Biasa Dari VR eSports

esports vr

Seiring dengan semakin bermunculannya aplikasi VR di berbagai industri, maka popularitas VR juga akan semakin meningkat, mulai dari game dan hiburan hingga perawatan kesehatan dan militer. Diperkirakan pada tahun 2025, pasar VR akan bernilai sekitar $ 110 miliar dan sekitar 1 dari 4 rumah tangga akan memiliki setidaknya satu headset VR pada tahun 2021. Saat ini harga yang ditawarkan masih terbilang tinggi, yaitu rata-rata di atas $ 1000, sementara 70% merek utama seperti Microsoft dan Google berinvestasi dalam teknologi ini. Dengan semua momentum tersebut, terbukti bahwa industri game VR akan terus berkembang.

Gaming adalah salah satu sektor pertama yang menyambut VR, dan sebagian besar gamer menyambut baik perkembangan VR yang semakin pesat ini. Sehingga para pengembang juga menjadi semakin yakin untuk mencurahkan seluruh tenaga dan usahanya dalam pengembangan Virtual Reality untuk membuatnya semakin mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat. Wajar saja jika pengembang VR akan terus mencoba memanfaatkan potensi pasar ini.

Di tambah lagi, perpaduan Virtual Reality dan eSport kini telah menjadi tren terbaru saat ini. Oculus baru-baru ini menambahkan empat game VR ke turnamen tahunan Connect 5 eSports. Pada akhir September, para pemain berlaga di babak-babak Onward, The Unspoken, Echo Arena, dan Sprint Vector, dimana semua judul game tersebut sangat populer di seluruh komunitas game.

Baru-baru ini, HTC, yang merevolusi genre dengan meluncurkan headset Vive VR-nya, telah mengumumkan bahwa ia akan mendukung liga VR eSports baru yang dipelopori oleh Virtual Athletics League. Liga menyelenggarakan kompetisi dan turnamen eSports di kota-kota di seluruh dunia, dimulai dari arcade VR di Salt Lake City beberapa tahun yang lalu.

The Virtual Athletics League juga mengklaim bahwa potensi VR eSports secara signifikan melebihi dari turnamen game biasa, karena mereka dapat melihat tingkat dedikasi yang lebih tinggi dan lebih banyak jumlah pemain yang kembali datang menghadiri acara VR dibandingkan dengan game reguler. 50% untuk gamer VR, sementara 20% untuk gamer biasa.

Baca juga: 5 Kelebihan Monitor Layar Lengkung Dibandingkan Dengan Layar Datar

Dengan mempertimbangkan potensi tersebut, pantas saja jika berasumsi bahwa yang sudah diraih oleh VR hingga saat ini belumlah seberapa jika dibandingkan dengan di masa depan nanti. Seiring kemajuan teknologi dan semakin banyak pemain mulai terbiasa dengan perlengkapan dan keterampilan baru yang dibutuhkan untuk bermain game VR, maka industri ini akan meroket melampaui ekspektasi.

Inilah Saatnya Bagi Ghostbusters World Untuk Mengambil Alih Dunia Pokemon Go

Para pokemon di Pokemon Go kini telah berubah menjadi hantu-hantu terkenal dari franchise Ghostbusters. Pokestop berubah menjadi pintu dimensi, dan Pokeballs telah bertransformasi menjadi perangkap hantu. Pada dasarnya Ghostbusters World mengadopsi elemen dasar dari Game Pokemon Go, game fenomenal dan pioneer dalam game AR berbasis peta.

Segalanya tentang Ghostbusters World dilakukan dengan cukup baik, gameplay yang solid dan responsif, mekanisme pertempuran yang cukup dalam, dan mode cerita diramu dengan baik untuk menambah makna pada pengumpulan hantu yang menjadi nilai jual game ini. Masalahnya adalah bahwa pengumpulan bukanlah menjadi bagian besar dari Ghostbusters.

Baca Selengkapnya…

Nikmati Bermain Game Sambil Berolah Raga Ekstrim Dengan Rekreasi AR

Jika Anda ingin tau bagaimana cara untuk bisa menikmati bermain game sambil berolahraga ekstrim, maka Anda dating ke tempat yang tepat.

Sebuah game rekreasi AR bernama Augmented Reality Climbing, dimana ini merupakan separuh video game dan separuh lagi adalah olah raga ekstrim.

Yang anda butuhkan untuk ikut bermain adalah laptop, proyektor dan koneksi internet.  Permainan ini diselenggarakan oleh Metropolitan State University of Denver.

Randori yang berbasis di Massachusetts memelopori konsep permainan ini, dan Campus Rec membayar biaya berlangganan per jam dan mengaktifkan fitur AR di situs web perusahaan dan memproyeksikannya ke panjat tebing. Pemilihan permainan termasuk ujian waktu untuk jalur tertentu, memukul atau menghindari titik-titik tertentu di dinding, atau bertahan di kotak yang diproyeksikan di dinding sambil menghindari penampakan 8-bit.

“Ini merupakan salah satu hal unik yang telah kami lakukan,” kata David Lamothe, asisten direktur rekreasi dan kepemimpinan untuk Rekreasi Kampus. “Ini keren karena memadukan teknologi dengan olahraga diluar ruangan secara tradisional. Jika Anda memiliki Wi-Fi dan sebuah proyektor kecil, anda benar-benar dapat memainkannya juga.”

Baca Selengkapnya…

The Sims Freeplay Menambahkan Fitur AR ke Dalam Permainan

“The Sims Freeplay” mendapat update pada hari Senin yang menambahkan fitur multiplayer Augmented Reality ke dalam permainan.

Pembaruan Brilliant Backyards ini menggunakan teknologi ARKit untuk menampilkan dunia Sims ke dunia nyata. “Pemain dapat bekerja sama membangun rumah impian mereka dengan ribuan objek virtual” kata Electronic Arts selaku penerbit game ini. Kita juga bahkan dapat mengikat fitur AR ke lokasi tertentu yang nantinya dapat kita munculkan kembalikan kapanpun.

Baca Selengkapnya…

Bersiaplah! Borderlands 2 VR Akan Hadir Tahun Ini di Consolemu

Akun resmi Twitter Borderlands telah sibuk men-tweet rincian tambahan sejak pengumuman itu ditayangkan. Menurut tweet tersebut, game ini tidak hanya memiliki dukungan DualShock 4 (selain dukungan PS Move), tetapi mereka juga mengisyaratkan bahwa lebih banyak game Borderlands mungkin akan bermunculan. Dalam menjawab pertanyaan dari penggemar, akun men-tweet: “Hanya Borderlands 2 untuk saat ini!” Yang berarti game tersebut akan di port untuk VR ke depannya.

Baca Selengkapnya…

Pokemon Go Update: Jenis Pokemon Lebih Banyak, dan Gameplay Lebih Seimbang

Pokémon Go masih menjadi salah satu game augmented reality (AR) terpopuler hingga saat ini. Karena alasan itu pula lah, Niantic Labs selaku pengembang dari game ini masihlah terus menjaga kontennya tetap fresh supaya bisa terus dinikmati oleh para pemainnya. Pokemon go update kali ini menambahkan pokemon-pokemon dari Shinno region ke dalam permainan. Dalam rangka diluncurkannya wilayah Sinnoh baru-baru ini, untuk mengantisipasi terjadinya ketidak nyamanan termasuk dalam keseimbangan permainan, sejumlah perubahan dan penyesuaian diperkenalkan.

Perubahan berdasarkan pada feedback (umpan balik) yang diterima dari para pemain dan telah dirancang untuk meningkatkan pengalaman bagi semua pemain.

Baca Selengkapnya…

Run an Empire: Cara Terbaik Bermain Game AR Sambil Berolahraga

Jika kamu sudah familiar dengan game Civilization, pasti sudah tidak asing lagi dengan Run an Empire ini. Dimana kamu akan memimpin peradaban mulai dari zaman batu hingga mencapai zaman milenial yang serba canggih dan menjadi pemimpin dunia. Namun alih-alih memainkan game ini dengan nyaman di depan komputermu, kamu harus mengenakan sepasang sepatu kets dan berlari (jogging, atau berjalan) menuju kemenangan. Game berbasis lokasi ini memang sengaja dirancang agar kamu mau keluar, berkeliling dan berkeringat. Yah, bisa dibilang game ini dirancang bagi gamer yang ingin bisa berolah raga namun tidak ingin waktu bermain gamenya berkurang, ya ini solusinya.

Baca Selengkapnya …