Tag Archives: VR

Teknologi Augmented Reality

Teknologi Augmented Reality, Ini Sejarahnya

Teknologi,Augmented Reality (AR) adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. Sebagai contoh, adalah saat stasiun televisi,menyiarkan pertandingan sepak bola, terdapat objek virtual, tentang skor pertandingan yang sedang berlangsung.Menurut Ronald Azuma pada tahun 1997, Augmented Reality adalah menggabungkan dunia nyata dan virtual, bersifat interaktif secara real time, dan merupakan animasi 3D. Sejarah tentang AugmentedReality dimulai dari tahun 1957-1962, ketika seorang penemu yang bernama Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan memapatenkan sebuah simulator yang disebut Sensorama dengan visual, getaran dan bau. Pada tahun 1966, Ivan Sutherland menemukan head-mounted display yang dia claim adalah, jendela ke dunia virtual.

Tahun 1975 seorang ilmuwan bernama Myron Krueger menemukan Videoplace yang memungkinkan pengguna, dapat berinteraksi dengan objek virtual untuk pertama kalinya. Tahun 1989, Jaron Lanier, memeperkenalkan Virtual Reality dan menciptakan bisnis komersial pertama kali di dunia maya, Tahun 1992 mengembangkan Augmented Reality untuk melakukan perbaikan pada pesawat boeing, dan pada tahun yang sama, LB Rosenberg mengembangkan salah satu fungsi sistem AR, yang disebut Virtual Fixtures, yang digunakan di Angkatan Udara AS Armstrong Labs, dan menunjukan manfaatnya pada manusia, dan pada tahun 1992 juga, Steven Feiner, Blair Maclntyre dan dorée Seligmann, memperkenalkan untuk pertama kalinya Major Paper untuk perkembangan PrototypeAR.

Pada tahun 1999, Hirokazu Kato, mengembangkan ArToolkit di HITLab dan didemonstrasikan di SIGGRAPH, pada tahun 2000, Bruce.H.Thomas, mengembangkan ARQuake, sebuah Mobile Game AR yang ditunjukan di International Symposium on Wearable Computers.

Pada tahun 2008, Wikitude AR Travel Guide, memperkenalkan Android G1 Telephone yang berteknologi AR, tahun 2009, Saqoosha memperkenalkan FLARToolkit yang merupakan perkembangan dari ArToolkit. FLARToolkit memungkinkan kita memasang teknologi AR di sebuah website, karena output yang dihasilkan FLARToolkit berbentuk Flash. Ditahun yang sama, Wikitude Drive meluncurkan sistem navigasi berteknologi AR di Platform Android. Tahun 2010, Acrossair menggunakan teknologi AR pada I-Phone 3GS.

Baca Juga : Pameran Virtual Reality Dengan Ponsel

Bidang-bidang yang pernah menerapkan teknologi Augmented Reality adalah:

  1. Kedokteran (Medical): Teknologi pencitraan sangat dibutuhkan di dunia kedokteran, seperti misanya, untuk simulasi operasi, simulasi pembuatan vaksin virus, dll. Untuk itu, bidang kedokteran menerapkan Augmented Reality pada visualisasi penelitian mereka.
  2. Hiburan (Entertainment): Dunia hiburan membutuhkan Augmented Reality sebagai penunjang efek-efek yang akan dihasilkan oleh hiburan tersebut. Sebagai contoh, ketika sesorang wartawan cuaca memperkirakan ramalan cuaca, dia berdiri di depan layar hijau atau biru, kemudian dengan teknologi augmented reality, layar hijau atau biru tersebut berubah menjadi gambar animasi tentang cuaca tersebut, sehingga seolah-olah wartawan tersebut, masuk ke dalam animasi tersebut.
  3. Latihan Militer (Military Training): Militer telah menerapkan Augmented Reality pada latihan tempur mereka. Sebagai contoh, militer menggunakan Augmented Reality untuk membuat sebuah permainan perang, dimana prajurit akan masuk kedalam dunia game tersebut, dan seolah-olah seperti melakukan perang sesungguhnya.
  4. Engineering Design: Seorang engineering design membutuhkan Augmented Reality untuk menampilkan hasil design mereka secara nyata terhadap klien. Dengan Augmented Reality klien akan tahu, tentang spesifikasi yang lebih detail tentang desain mereka.
  5. Robotics dan Telerobotics: Dalam bidang robotika, seorang operator robot, mengunnakan pengendari pencitraan visual dalam mengendalikan robot itu. Jadi, penerapan Augmented Reality dibutuhkan di dunia robot.
  6. Consumer Design: Virtual reality telah digunakan dalam mempromsikan produk. Sebagai contoh, seorang pengembang menggunkan brosur virtual untuk memberikan informasi yang lengkap secara 3D, sehingga pelanggan dapat mengetahui secara jelas, produk yang ditawarkan. (Anggriyadi,2012)
Teknologi Augmented Reality

Augmented Reality yang kita tahu biasanya digunakan untuk kegiatan event dibagian marketing, pembuatan kartu nama interaktif dan games interaktif dan branding. Tetapi apakah kita tahu bahwa Augmented Reality bisa digunakan untuk kegiatan presentasi? Augmented Reality untuk presentasi sangat dibutuhkan bagi perusahaan. Dijaman teknologi yang semakin maju saat ini presentasi dengan menggunakan AR sangat dbutuhkan. Untuk efektifitas waktu dan efisiensi dalam menjelaskan ke client mengenai produk perusahaan.

Tidak hanya sampai disana, penggunaan augmented reality bisa digunakan oleh perusahaan saat melakukan meeting, presentasi peluncuran produk baru, maupun mempromosikan konsep didalam perusahaan. Seperti pada contoh gambar diatas, implementasi AR untuk proses perancangan bendungan.

Baca Juga : Fitur AR Google Uji Coba di Google Maps

Kenapa Harus Augmented Reality?

Seperti yang kita tahu, bahwa untuk augmented reality ini membuat kita melihat real objek yang ditampilkan dan lebih interactive, sehingga membuat peserta yang ikut didalam presentasi tidak merasa bosan ataupun tidak konsentrasi, sehingga semua materi yang disampai akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan power point.

Fitur AR

Fitur AR Google Uji Coba di Google Maps

Rencana Google untuk menambahkan realitas ganda atau augmented reality (AR) ke Google Maps, akhirnya mulai terealisasi. Saat ini, Google Maps dengan fitur AR mulai diuji coba.

Google menggunakan teknologi bernama “Visual Positioning System (VPS), yang menggabungkan teknologi AR, Street View, dan sistem navigasi Google Maps. VPS memanfaatkan sensor GPS untuk mendeteksi lokasi pengguna.

Kemudian, kamera ponsel akan dibutuhkan untuk memberikan visual lokasi yang lebih akurat dengan penunjuk arah berbentuk hewan 3D yang akan menuntun pengguna menuju lokasi.

Image result for AR di Google Maps

Navigasi AR akan ditampilkan secara real-time, sehingga pengguna tidak akan nyasar jika bingung di tengah jalan.

Sayangnya, Google tidak menyebutkan kapan sekiranya fitur ini bisa diinstal penggunanya. Google masih perlu melakukan pengujian tambahan untuk memaksimalkan fitur ini.

Sehingga baru meluncurkannya ke para Local Guide (komunitas pemandu lokal) saja. Akan tetapi, apabila telah dirilis secara luas, Google tidak mau penggunanya terlalu tergantung dengan fitur AR ketika berkendara. Alasannya tentu saja soal keselamatan.

Baca Juga : 4 Teknologi VR Hadir di Fashion

Menurut Google, jika smartphone berada pada mode AR dalam waktu yang cukup lama, efeknya akan membuat layar menjadi lebih gelap sehingga dikhawatirkan akan membuat pengguna terganggu.

Pimpinan Desain UX untuk Google Maps, Rachel Inman mengatakan bahwa fitur AR ini tidak untuk digunakan saat mengemudi. Inman menambahkan bahwa navigasi Google Maps AR akan mati ketika gawai diletakkan, demi faktor keselamatan.

Hal tersebut dilakukan lantaran Google telah bereksperimen dengan antarmuka pengguna. Hasilnya, mereka menemukan bahwa pengguna mengikuti panduan animasi yang membuat mereka terpaku pada layar terus-menerus.

Selain itu, baterai juga akan terkuras lebih cepat. Ada baiknya, ketika menggunakan fitur AR ini, penguna memberikan jeda waktu.

Perusahaan lain seperti Apple, Facebook, Google, North, Vuzix, dan lainnya semuanya telah mengerjakan, atau menjual kacamata AR mereka sendiri, yang berarti bahwa fitur baru Google pada akhirnya dapat masuk ke jalur pandang Anda.

Navigasi AR di Google Maps, sejatinya sudah lama direncanakan. Namun, Google baru mengumumkan secara gamblang ide ini dala acara konferensi developer Google I/O 2018 lalu.

virtual reality kehidupan

Berbagai Kemudahan dengan Virtual Reality Kehidupan

Arti kata Virtual Reality atau yang sering disingkat menjadi VR. Virtual Reality di kehidupan merupakan kata gabungan dari Bahasa Inggris, yaitu ‘virtual’ dan ‘reality’. ‘Virtual’ memiliki arti dekat, sedangkan ‘reality’ berarti hal-hal nyata yang kita alami sebagai manusia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Virtual Reality berarti ‘mendekati kenyataan’. Untuk orang-orang yang tinggal berjauhan, Virtual Reality dapat menjadi salah satu cara alternatif untuk bertemu.

Virtual Reality Kehidupan

Virtual Reality dapat ditemukan dalam berbagai hal, contohnya dengan headset, treadmill, dan sarung tangan khusus. Ketika menggunakan virtual reality, otak dan panca indera manusia akan menghasilkan sebuah ilusi. Karena itu, banyak orang bermain game dengan menggunakan teknologi ini. Menggunakan virtual reality dapat membuat manusia merasa sedang berada di tempat tersebut, sehingga bermain game akan lebih terasa menyenangkan, serta mendapatkan pengalaman yang berbeda. Lalu apa sajakah keuntungan teknologi virtual reality tersebut, dan bagaimana cara kerja virtual reality ?

Kelebihan paling utama dari Virtual Reality di kehidupan adalah kemampuannya dalam membuat seseorang seperti berada di dalam dunia tersebut, seperti semua yang Anda alami adalah nyata. Kelebihan dari Virtual Reality ini sering digunakan untuk keperluan pelatihan, contohnya praktek dokter, menerbangkan pesawat, dan lain-lain. Dokter dapat berlatih melalui virtual reality dengan cara memainkan VR operasi pasien. Begitu juga dengan pilot, ia dapat memainkan VR penerbangan pesawat. Kedua contoh ini merupakan bukti bahwa Virtual Reality dapat membantu seseorang untuk menambah skill serta pengetahuannya, tanpa harus melakukan hal tersebut secara nyata.

Rapat Melalui Virtual Reality

Setiap harinya, jutaan manusia di dunia melakukan kegiatan rapat. Entah di kantor, rumah, atau mungkin di kedai kopi—banyak orang yang melakukan hal ini. Tahukah Anda bahwa Virtual Reality dapat digunakan sebagai media untuk melakukan rapat? Hal terunik dari rapat menggunakan Virtual Reality adalah anggota rapat tidak perlu pergi kemanapun. Setiap anggota hanya perlu menggunakan headset VR dan menghubungkannya kepada aplikasi Virtual Reality. Ketika sudah terhubung, setiap anggota rapat akan merasa berada di dalam suatu ruangan. Tidak hanya itu, avatar yang dimiliki masing-masing anggota dapat memperlihatkan emosi atau raut wajahnya. Rapat melalui Virtual Reality akan sangat membantu ketika akan mengadakan rapat jarak jauh.

Baca Juga : Dampak Augmented Reality Untuk Anak

Menghemat Budget Kantor

Dengan semakin banyaknya perusahaan startup yang hadir di Indonesia khususnya di Jakarta, semakin banyak pula pekerja lepas atau sering disebut sebagai freelancer. Teknologi Virtual Reality ini sangat membantu dalam menghemat biaya operasional. Hal ini disebabkan karena hanya dengan melalui Virtual Reality, seseorang dapat ikut rapat serta menyampaikan pendapat tanpa harus pergi keluar rumah. Karena tidak perlu keluar rumah, maka seseorang tidak perlu mengeluarkan uang untuk menuju ke sebuah kantor. Selain biaya operasional, Virtual Reality juga dapat membantu dalam menghemat waktu.

Jika biasanya perjalanan dari rumah Anda ke kantor membutuhkan waktu satu jam, maka dengan Virtual Reality, Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk bersiap-siap sebelum melakukan rapat melalui VR. Selain itu, kesulitan bekerja antar kota atau antar negara sekali pun dapat teratasi dengan teknologi VR. Jika seseorang bekerja untuk sebuah proyek di luar kota, Anda tidak perlu jauh-jauh ke kota tersebut untuk melihat perkembangan proyek. Ia hanya membutuhkan teknologi VR sehingga dapat melihat dengan jelas sejauh mana perkembangan proyek itu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa di Indonesia khususnya Jakarta, semakin banyak individu yang memilih untuk bekerja sebagai freelancer dan juga remote worker. Bekerja sebagai remote worker dapat menjadi solusi dari keadaan jalanan di Jakarta yang membuat lelah karena kondisi jalanan setiap hari. VR dapat membantu para freelancer atau remote worker yang perlu menghadiri rapat tanpa harus keluar rumah.

Keyboard Virtual Reality

Keyboard Virtual Reality Logitech Bridge

Virtual Reality atau yang dikenal dengan sebutan VR memiliki potensi besar, dan dapat memberikan kesenangan yang sama besar dan pengalaman yang berbeda. Terkadang, meski diambil sepenuhnya dari kenyataan tidaklah ideal. Sedangkan untuk beberapa game, hanya menggunakan kontroler nirkabel yang dibutuhkan, tidak semua game VR perlu dimainkan sambil berdiri. Dan mengacu pada permasalahan yang ada, di mana keyboard dan mouse masih tetap dapat digunakan untuk kontrol, namun keyboard virtual reality tampak membuatnya menjadi rumit, sehingga Anda tidak dibiarkan sedikitpun melihat sosok periperal tersebut.

Logitech Bridge dengan VR

Namun sekarang Logitech tampaknya telah datang untuk menyelamatkan permasalah itu melalui solusi matangnya yang disebutnya sebagai Logitech Bridge. Bukan keyboard baru yang dibuat khusus untuk VR, melainkan ini adalah semacam aksesori yang sesuai dengan keyboard virtual reality Logitech G lainnya, yang membuat semuanya lebih mudah bagi mereka yang kebetulan sudah memilikinya.

Bridge adalah aksesori yang menempel pada keyboard Anda, dan mungkinkan Anda untuk memilih keyboard mana melalui dukungan perangkat lunak yang ada. Begitu kedua hal tersebut ditetapkan, Anda langsung bisa melihat keyboard di dalam lingkungan VR Anda. Karena pelacak klip ke keyboard virtual reality itu, Anda tidak perlu khawatir kalau tampilan keyboard VR yang ada tidak akan sinkron dengan tindakan yang sebenarnya, mengingat semuanya akan bereaksi secara alami.

Baca Juga : Terapkan Marketing dengan Virtual Reality

Teknologi ini tampaknya melampaui harapan banyak kalangan yaitu hanya sekedar membiarkan seseorang melihat keyboard mereka di VR. Lebih jauh lagi, cara menggunakan VR Logitech kabarnya juga telah berbicara tentang kemungkinan bakal menerapkan skin yang berbeda ke periperal virtualnya tersebut, yang bisa memiliki keuntungan yang jelas dalam berbagai game, terutama dengan skema keybind yang lebih kompleks. Atau, itu bisa berguna untuk membiarkan seseorang mengubah estetika, yang lebih cenderung hanya untuk bersenang-senang saja.

Keyboard Virtual Reality

Menyadari hal itu, Logitech tampaknya juga berencana untuk mengambil perangkat Bridge (termasuk keyboard G) tersebut kepada para pengembang VR, jadi mudah-mudahan teknologi ini tidak akan terlalu lama untuk masuk pasar. Selain HTC Vive, Logitech Bridge juga terkoneksi secara apik bersama SteamVR, sehingga setiap pengembang SteamVR saat ini sudah bisa mendapatkan Logitech BRIDGE SDK tanpa harus bersusah payah lagi mencarinya.

Pameran Virtual Reality

Pameran Virtual Reality Dengan Ponsel

Sebuah perusahaan teknologi imersif asal Los Angeles memberikan pengalaman yang sangat inovatif untuk para penggemar seni global. Mereka memberikan pameran seni dengan bentuk yang berbeda dari pameran pada umumnya. Pameran ini adalah Pameran Seni Virtual Reality, di mana para penikmat seni bisa berkeliling pameran tanpa perlu datang sama sekali ke pameran aslinya.

VRt Ventures, dalam kerja samanya dengan Shepard Fairey dan Juxtapoz Magazine, mengumumkan peluncuran “DAMAGED”. Yang akan memberikan pengalaman VR dan AR yang memungkinkan penggemar untuk masuk ke dalam pameran tunggal terbesar Shepard Fairey tanpa perlu ke Los Angeles sama sekali.

Shepard Fairey menggunakan teknologi VR dengan tujuan agar karyanya dapat dinikmati oleh para penikmat tanpa lekang oleh waktu. Untuk merasakan pengalaman pameran VR ini, telah tersedia 5 platform utama, dengan platform utama Oculus, Samsung Gear dan Steam VR. Serta tersedia di App Store dan Google Play bagi para pengguna mobile.

Dalam pembuatannya, VRt Ventures menggunakan Scanner laser dan teknologi volumetrik fotogrametri. Untuk memindai seluruh ruang pameran secara akurat, sehingga dapat memberikan pengguna sensasi petualangan seni otentik yang mendalam. Dan tentunya, dilengkapi dengan narasi Shepard dengan durasi lebih dari 100 menit. Serta, fitur AR yang memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan ponsel mereka untuk berkeliling di sekitar pameran seni virtual reality. Dengan adanya seperti itu akan membuat pengalaman yang berbeda untuk pengguna AR.

Baca Juga : 7 Game Virtual Reality Terbaik

Sebagai seorang seniman, Shepard Fairey mengerti bahwa tidak peduli berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk pameran tunggal. Pameran tersebut hanya tersedia dalam waktu yang sangat terbatas, sehingga tidak semua orang bisa menikmatinya sebelum hilang selamanya.

Baca Juga : Dampak Augmented Reality Untuk Anak

Dalam kerjasamanya dengan VRt Ventures, Shepard Fairey senang mengetahui bahwa penggemar seni di seluruh dunia akan dapat menikmati pameran tunggal terbesarnya. Membuat pameran seni dapat diakses oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun hanya lewat platform Virtual Reality, atau  bahkan hanya lewat ponsel seluler.

teknologi virtual reality

Teknologi Virtual Reality Keren Hadir di Dunia Fashion

Saat ini, teknologi virtual reality (VR) sedang dikembangkan oleh beragam perusahaan. Banyak perusahaan besar yang sangat serius menggarap teknologi VR. Contoh saja Google yang telah meluncurkan Daydream dan Tilt Bursh. Selain Google, ternyata ada juga industri di bidang fashion yang ikut mengembangkan teknologi virtual reality. Apa saja teknologi VR yang sedang dikembangkan untuk dunia fashion, ada dibawah.

Teknologi Virtual Reality Untuk Fashion

1. Menonton Acara Runway

Tidak perlu terbang jauh-jauh ke luar negeri untuk menonton runway. Kamu bisa merasakan menjadi penonton baris terdepan dalam runway dengan teknologi VR. Sebagai contoh, Balenciaga menyiarkan secara live acara Catwalk Fall Winter 2016 nya yang bisa dinikmati dengan kecanggihan 360-degrere virtual reality. Untuk menontonnya, Balenciaga menyediakan aplikasi yang dapat di downloadsecara gratis dan bisa diinstal di smartphone.

2. VR Headset Buatan Merk Ternama

Salah satu merk ternama yang menciptakan VR Headset sendiri adalah Dior. Dior Eyes diciptakan untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang merasakan suasana di backstage pada acara runway-nya. Perangkat VR ini sudah dilengkapi dengan gambar kualitas HD dan integrated holophonic audio. Hal ini akan menciptakan suasana belakang panggung yang terlihat nyata, termasuk sensasi penglihatan 360 derajat.

3. Kamar Pas Virtual

Pernah tidak merasakan lagi di toko baju dan mau coba banyak baju yang semuanya beda-beda? Pasti PR banget dong copot-pasangnya satu per satu. Nah, sekarang sudah ada yang namanya FX Mirror. Ini adalah cermin yang diintegrasikan dengan teknologi virtual reality sehingga kamu bisa mencoba berbagai baju yang ada di toko.

Baca Juga : Hubungan Virtual Reality dan Bisnis

4. Virtual Reality Department Store

eBay mengeluarkan Virtual Reality Department Store pertama di dunia. Kamu bisa melihat-lihat barang yang dijual bagaikan berjalan-jalan di department store, tapi tanpa perlu berjalan. Barang-barang yang dijual berbagai macam, termasuk pakaian. Di sini, teknologi VR mempermudah kita semua untuk berbelanja tanpa perlu buang waktu dan tenaga untuk pergi mengelilingi toko-toko. Belum punya alat yang mendukung untuk merasakan semua hal itu? Jangan khawatir, kamu bisa bermain game Fashion terkini, Dress Up Diary. Dengan game ini, kamu bisa mencoba segala jenis dandanan mulai dari rambut sampai sepatu dan mix and match semuanya sesuai dengan gaya kamu.

video virtual reality

Video Virtual Reality Youtube, Pilihan 2018

Pertumbuhan Video Virtual Reality (VR) menunjukan adanya peningkatan meski sempat mengalami penurunan pengapalan perangkat. Kemunculan beberapa perangkat seperti Lenovo Mirage Solo, Oculus Go, dan Xiaomi Mi VR yang bisa digunakan tanpa membutuhkan PC, turut menyumbang peningkatan VR mobile sebesar 417,7 persen penjualan selama kuartal-II 2018. Semakin meningkatnya pasar VR, semakin banyak pula video VR, baik video berformat 360 derajat atau VR180. Beda keduanya adalah jangkauan pandang. Dengan video 360 derajat, pengguna bisa melihat video VR secara penuh degan memutar sejauh 360 derajat, sementara VR180 hanya bisa berputar setengahnya saja. Berikut jajaran 15 video VR YouTube populer sepanjang 2018. Sebelum menonton video berikut, jangan lupa memasang perangkat VR untuk mendapat kesan video lebih hidup.

Video Virtual Reality Pilihan Youtube 2018


1. Victoria Falls, The Pearl of Africa (Video 360)

Dalam video berdurasi empat menit 13 detik ini, pengguna akan diajak jalan-jalan menyusuri salah satu air terjun paling spektakuler di dunia yakni air terjun Victoria. Untuk mendapatkan pemandangan senyata mungkin, kreator video harus berkeliling di selama 24 jam menggunakan pesawat untuk mengambil gambar air terjun yang berada di Livingstone ini. Meski menggunakan bantuan teknologi, namun pengguna juga akan bisa menikmati suguhan alam Victoria Falls, lengkap dengan hiasan pelanginya.

2. VOLTA Hair Suspension, Immercirque Eps 2: Cirque du Soleil Artist Danila Bim (VR180)

Di video ini, pengguna diajak untuk melihat bagaimana persiapan salah satu kelompok akrobatik terkenal di dunia yang kerap mempertontonkan aksi ekstrem. Salah satunya adalah aksi “Hair Suspension” atau suspensi rambut yang dilakukan oleh salah satu penarinya, Danila Blim. Disebut demikian, karena sang penari akan ditarik ke atas dengan tali yang terkait ke ikatan rambutnya dengan sebuah trik khusus. Selama lima menit 15 detik, pengguna akan melihat bagaimana persiapan Danila, mulai dari latihan, makeup, kostum, dan mengintip bagaimana hair suspension dilakukan.

3. Wild with: Bears (Video 360)

Sesuai judulnya, video ini akan mengajak pengguna VR untuk lebih dekat dengan beruang cokelat Kodiak di habitatnya secara langsung. Mengingat sulit melakukannya di dunia nyata, video ini bisa menjadi alternatif untuk lebih dekat dengan beruang Kodiak, termasuk mendengar deramannya.

4. Elton John – Farewell Yellow Brick Road Tour: The Launch (VR180)

Video ini merupakan hasil kolaborasi antara YouTube dan Elton John saat pengumuman tur terakhir penyanyi asal Inggris ini berjudul “Farewell Yellow Brick Road”. Di awal video berdurasi 26 menit 20 detik ini, pengguna VR akan menikmati efek visual bernuansa galaksi yang menarik dengan sambil mendengarkan lagu-lagu populer Elton John. Ada pula obrolan Elton dengan salah satu jurnalis Anderson Cooper di akhir video.

Baca Juga nih : Augmented Reality Merevolusi Pertanian

5. Isle of Dogs, Behind The Scene in (Video 360)

Setelah sukses mencuri perhatian penonton dengan film animasi “Isle of Dogs”, sutradara Wes Anderson membuat video di balik layar. Namun bukan seperti video di balik layar pada umumya yang lebih banyak menceritakan teknis pembuatan film. Di video berdurasi lima menit 21 detik ini dibuat dalam animasi dengan para karakter anjing fiktif dalam film yang kebih banyak menceritakan pesan film ini.

Baca Juga nih : 7 Game Virtual Reality Terbaik

6. The Female Planet : Episode 3 (Video 360)

Video ini merupakan salah satu serial VR berjudul “The Female Planet”. Serial ini bercerita tentang para perempuan yang bekerja sebagai teknisi. Dalam video ini, penonton akan diajak lebih dekat dengan salah satu teknisi Boeing perempuan yang bekerja di NASA bernama Tiera Fletcher. Ia merancang roket yang akan membawa manusia ke bulan dan Mars. Fletcher akan berkisah tentang karirnya sembari menjelaskan proyek yang ia kerjakan.

7. Google Doodles/Spotlight Stories: Back to the Moon (Video 360)

Google Spotlight Stories merupakan kanal khusus yang menampilkan video narasi yang khusus dirancang untuk teknologi video virtual reality. Salah satu episode nya adalah berkolaborasi dengan proyek Google Doodles, Google Arts & Cultures, dan Cinémathèque Française yang diproduksi oleh Nexus Studio. Proyek ini mendapat apresiasi dengan masuk dalam nominasi “Outstanding Original Interactive Program” untuk animasi novel ikonis artis. 8. The Joe Embiid (Video 360

8. The Joe Embiid (Video 360)

Selama dua menit 17 detik, penonton akan melihat aksi salah satu pemain basket NBA All Star, Joel Embiid secara lebih dekat. Beberapa aksi yang dilakukan antara lain on-on-one matchup dengan para penggemar yang ikut serta dalam video tersebut. 9. Escape the Night Season 3 | Welcome to Everlock (VR180)

9. Free Solo National Geographic (Video 360)

Salah satu manfaat teknologi VR adalah memungkinkan penggunanya merasakan atmosfer suatu tempat, tanpa harus ke lokasi secara langsung. Apalagi jika tempat tersebut jauh dan perlu keahlian khusus untuk mencapainya, seperti memanjat tebing atau melihat air terjun. Inilah yang ditawarkan video “Free Solo” dari National Geographic yang mengajak penonton ikut merasakan bagaimana memanjat tebing El Capitan di Taman Nasional Yosemite, California seorang diri.

Baca Juga nih : Perbedaan AR dan VR

10. Nightflyers VR

“Nightflyers” merupakan salah satu serial TV yang tayang di Netflix, berkisah tentang para ilmuan yang membawa misi ekspedisi untuk melakukan kontak pertama dengan kehidupan alien. Dalam edisi khusus VR, penonton akan disuguhkan pemandangan kapal ruang angkasa dan mengungkap rahasia kapal kargo misterius tersebut.

Game Virtual Reality

Game Virtual Reality Terbaik

Artikel kali ini kita akan membahas beberapa game yang kompatibel dengan perangkat virtual reality. Ada beberapa game dibawah ini dengan grafis terbaik dan menggunakan kacamata VR. Game ini tentunya harus kompatibel dengan perangkat VR yang Anda gunakan. Karna masing – masing perangkat memiliki keunikannya sendiri. Berikut ini adalah game virtual terbaik menurut Augmented Reality Indonesia.

1. Resident Evil Z : Biohazard

Game Virtual Reality

Sudah tidak asing lagi dengan Resident Evil kan, untuk pertama kalinya seri game Resident Evil hadir pada game virtual reality. Dimana Anda bisa memainkannya di PS4 dengan menggunakan kacamata VR. Game ini akan membawa kedalam petualangan menegangkan dengan kamera sudut pandang orang pertama.

Disini Anda akan bertanrung melawan zombie, menembak dan bertahan hidup adalah hal wajib yang harus dilakukan setiap pemain. Anda juga akan dibawa kedalam dunia yang dipenuhi zombie pemangsa. Pastinya game ini akan membuat Anda tegang dan seru.

2. Arizona Sunshine

Game Virtual Reality

Game virtual reality akan membawa dalam ketegangan yang unik. Game kali ini bernama Arizona Sunshine. Game ini memilki konsep dimana pemain akan menjelajahi wilayah Arizona yang dipenuhi zombie. Dan zombie Arizona muncul pada siang hari.

Pemain harus bermain dengan cepat, karna zombie akan muncul secara tiba – tiba. Anda juga dibekali dengan senjata canggih. Tapi jangan sampai kehabisan peluru ya.

3. Star Trek : Bridge Crew

Game Virtual Reality

Bermain dengan suasana luar angkasa sangat menyenangkan pastinya, apalagi dengan virtual reality. Wow pastinya dapat pengalaman yang sangat unik ya. Bermain Star Trek akan membawa pemain menjadi seorang pilot pada sebuah pesawat tempur luar angkasa.

4. Paranormal Activity

Game Virtual Reality

Game yang diangkat dan diadaptasi dari film layar lebar, Paranormal Activity dapat dimainkan dengan perangkat Ocolus Rift, Project Morpheus dan HTC Vive. Tidak banyak orang tau game ini. Namun dengan adanya game ini Anda bisa merasakan suasana horror dengan menggunakan virtual reality.

Baca Juga : Balapan Drone dengan Augmented Reality

5. Edge of Nowhere

Game Virtual Reality

Sunset Overdrive pencetus Insomniac Games akan merilis Edge of Nowhere. Game ini hanya kompatibel pada Oculus Rift. Game dengan genre survival horror akan membawa pemain ke nuansa pegunungan es dan memberikan pengalaman unik bagi Anda.

6. Rigs

Game Virtual Reality

Saat Sony membahas projek Morpheus di konfrensi E3 2015, perusahaan tersebut sempat menampilkan trailer Rigs. Game yang membuat pemain dapat melakukan tembakan dan mengandalkan strategi tertentu. Sepintas game ini mirip dengan Monday Night Combat.

7. Farpoint

Farpoint adalah salah satu game FPS yang bisa dimainkan dengan menggunakan kacamata VR pada PS4. Game ini sangat seru dan pemain akan dibawa ke luar angkasa dan akan melawan alien. Alien yang ada didalam game ini tidak berbentuk manusia, tapi berbentuk binatang seperti laba – laba.

Perawatan Pesawat Terbang

Perawatan Pesawat Terbang, dengan AR

Perawatan pesawat terbang sebelum lepas landas, sangat berpengaruh pada pesawat pastinya, minimal dengan diperiksa keamanannya dan dibersihkan telebih dahulu oleh petugas. Cara Itu sudah menjadi prosedur dan syarat pesawat untuk bisa terbang. Namun diluar sana, masih banyak saja terjadi kecelakaan pesawat. Adanya penyebab tersebut, perusahaan AR Hongaria ingin membantu mengurangi angka besarnya kecelakaan pesawat. Dengan menghadirkan solusi dan berjanji dapat mempercepat dan meningkatkan akurasi pada pemeriksaan pesawat.

Augmented Reality Untuk Masalah Kehidupan Nyata

Perusahaan AerinX baru – baru ini mengumumkan kolaborasi strategis dengan salah satu perusahaan pemeliharaan, perbaikan dan operasi terbesar di wilayah CEE. Aeroplex dari Central Europe Ltd dan AerinX akan bekerja sama untuk mengimplementasikan solusi Augmented Reality dalam berbagai proses perawatan dan pemeliharaan pesawat.

Perawatan Pesawat Terbang

Solusi ini tentunya akan membantu tim perbaikan dan pemeliharaan dalam melakukan pemeriksaan, mulai dari permukaan sampai bagian terpenting setiap pesawat. Pastinya lebih cepat dan presisi yang lebih besar.

Karna yang terjadi saat ini, proses perawatan pesawat dilakukan dengan visual mekanik, yaitu menggunkan penggaris untuk mengukur kerusakan dan spidol untuk menandai area masalah. Tentunya proses tersebut terbilang lama dan tidak dapat diandalkan, akhirnya AerinX ingin mengubahnya dengan teknologi AR.

Baca Juga : Balapan Drone dengan AR

Selain dapat menigkatkan akurasi, solusi AR juga akan mengurangi waktu inspeksi pesawat. ini sangat penting bagi situasi darurat AOG (pesawat di darat). Jenis inspeksi ini biasanya memakan waktu antara 90 sampai 120 menit. AerinX menyatakan bahwa solusi Augmented Reality akan mengurangi waktu perbaikan menjadi hanya 20 menit.  

Jika terbukti, perawatan pesawat terbang dengan penerapan teknologi AR akan membawa banyak manfaat bagi industri penerbangan. Operator penerbangan akan menghemat ribuan dollar dalam biaya perawatan. Tidak hanya itu saja, ketika teknologi AR dapat diandalkan, tentunya hal ini akan berdampak baik bagi reputasi setiap maskapai penerbangan yang menggunakannya.

Karna di tahun 2025, pasar perawatan pesawat di dunia diperkirakan terus meningkat dengan pertumbuhan 3,9 persen sehingga menjadi 106,54 miliar dolar AS. Asia Pasifik akan mengalami pertumbuhan terbesar, yakni 5,8 persen dibanding Amerika Utara 0,9 persen dan Eropa 2,35 persen.

Perbedaan AR dan VR

Perbedaan AR dan VR, Ternyata Ini Lho

Perbedaan AR dan VR membawa kebingungan bagi mereka yang belum mengenal teknologi ini. untuk itu disini saya akan memberikan penjelasan mengenai kedua teknologi ini.

Perkembangan teknologi membawa kita jauh pada era baru, era digitalisasi. Dimana sekarang melakukan apapun sangat mudah, dan tidak perlu repot menghabiskan banyak tenaga dan waktu. Pertama dengan hadirnya teknologi smartphone sudah memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Dengan segala sesuatu hanya dengan satu klik dan satu genggaman.

Dan kini teknologi baru sudah masuk Indonesia, yaitu adalah teknologi VR (virtual reality) dan bersamaan dengan AR (augmented reality). Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai perbedaan teknologi AR dan VR, pastinya Anda sudah tau aplikasi game yang sempat popular seperti Pokemon Go. Nah itu termasuk salah satu teknologi dari AR. Lalu ketika Anda melihat dengan kacamata headshet dimana memakai itu berasa memasuki pada video yang kita lihat dengan kacamata itu, disebut dengan VR.

AR dan VR Dapat Membuat Dunia Maya Seperti Nyata

Virtual reality adalah proses penghapusan dunia nyata di sekitar kita dan kemudian akan dibawa kedalam dunia virtual yang baru. Untuk membuat itu semua terjadi, dibutuhkan perangkat khusus yang akan membuat hubungan pengguna dengan dunia nyata terputus. Cara menggunakan gear VR perlu perangkat khusus, yaitu headshet VR seperti Oculus Rift, Samsung Gear VR, PS VR dan masih banyak sekarang produksi VR, tapi yang lebih bagus popular adalah merk diatas tadi.

Konten VR yang tersedia sudah banyak beredar di Playstore, Playstation 4, dan platform lainnya. Konten yang dibuat ada game dan aplikasi berbasis VR, bahkan saat ini konten mencakup lebih luas lagi, yaitu bisa menonton video 360 derajat.

Augmented Reality Memperkaya Dunia Nyata

Perbedaan AR dan VR

Berbeda dengan VR, jika virtual reality memutuskan hubungan dunia nyata dengan pengguna dan menciptakan dunia baru secara virtual. Augmented reality justru memperkaya dunia nyata dengan konten visual atau khayalan. Secara umum, AR adalah proses penambahan konten virtual ke dunia nyata. Sehingga dengan AR pengguna bisa berinteraksi dengan konten virtual secara langsung di dunia nyata.

Baca Juga : Fitur AR Google Uji Coba di Google Maps

Untuk menikmati konten AR, Anda tidak membutuhkan perangkat tambahan lain. Cukup dengan kamera smartphone yang dapat terintegrasi dengan sensor Gyroscope dan Magnetic saja. Salah satu contoh game dari tren AR adalah Pokemon Go. Namun tidak hanya ini, game lain sudah banyak juga. Aplikasi lain penggunaan AR juga banyak seperti Layar, Ingress dan Google Translate.

Itulah perbedaan dan penjelasan mengenai AR dan VR, jika Anda merasa tertarik dengan teknologi ini, masih banyak konten kami yang menyajikan teknologi AR dan VR.