Penggunaan Teknologi VR di Kepolisian Untuk Pelatihan Menangani Kerusuhan

Petugas dari departemen kepolisian Strasburg, Virginia telah turut merangkul teknologi VR untuk pelatihan kepolisian, yang di khususkan untuk menangani kerusuhan yang terjadi, terutama dalam menangani kerusuhan yang di timbulkan oleh warga sipil dimana ini perlu mendapat perhatian khusus. Sederhananya, pelatihan imersif khusus ini memberi petugas keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengenali dan secara efektif meredakan pertemuan yang berpotensi berbahaya.

Pelatihan VR ini menempatkan pengguna dalam posisi petugas kemudian pada posisi warga sipil yang berpotensi memicu kerusuhan secara bergantian, atau dalam kata lain menempatkan pengguna pada perspektif yang berbeda. Pelatihan ini ditujukan untuk de-eskalasi, jadi ini bukan tentang pelatihan tembak-menembak dan sejenisnya. Ini tentang bagaimana bisa mengidentifikasi dan kemudian bisa berbicara, atau intervensi kerusuhan,” kata koordinator pelatihan Lt. Lonnie Conner.

Program pelatihan yang tidak mematikan ini menampilkan tiga skenario kerusuhan atau krisis yang unik untuk diikuti. Masing-masing menawarkan peserta pelatihan beberapa opsi tentang cara melanjutkan setelah bertemu dengan individu yang berpotensi berbahaya, mulai dari meminta individu untuk menurunkan senjatanya hingga meminta bantuan. Petugas juga diberi kesempatan untuk mengambil posisi sebagai individu tersebut, menawarkan perspektif unik tentang bagaimana rasanya memegang laras senjata api untuk mengancam petugas kepolisian dan warga sipil.

Baca juga: Pelatihan Anatomi Tubuh Efektif dan Hemat Biaya Dengan Virtual Reality

Selain memberikan pelajaran teknik-teknik yang bermanfaat untuk penyelesaian dan pengurangan konflik, program pelatihan ini juga dirancang untuk membantu petugas dalam menangani mereka yang menderita berbagai gangguan perkembangan seperti autisme. Ketika petugas dapat mengubah perspektif dan menempatkan diri sebagai seseorang dengan krisis mental atau autisme, itu akan membantu petugas mengidentifikasi hal-hal tersebut serta cara penanganannya, dan itulah yang terpenting.

Letnan Conner sang kordinator berpendapat bahwa orang-orang yang telah benar-benar menggunakan VR untuk pelatihan kepolisian ini mendapatkan hasil yang menakjubkan. Para petugas sebelumnya tidak pernah tau bagaimana rasanya berada di posisi individu yang berpotensi memicu kerusuhan, dan kehadiran teknologi VR benar-benar membantu para petugas untuk mengalami konfrontasi dari sudut pandang perusuh untuk mempelajari pola fikir, tindakan, serta penanganannya untuk mencegah kerusuhan atau krisis yang lebih besar lagi.

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *