Teknologi VR Efektif Untuk Perawatan Pasien Penderita Kanker

Pengobatan kanker biasanya ditempuh menggunakan kemoterapi, operasi, atau metode pembedahan lainnya. Biasanya berbagai pengobatan tersebut terasa menyakitkan untuk pasien kanker dan menciptakan efek samping yang bahkan mengubah hidup. Namun kini teknologi VR bisa dimanfaatkan untuk perawatan kanker, dan menjadi solusi terbaik dalam mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus mempercepat pemulihan.

Sekilas Tentang VR dan AR

Virtual Reality atau Realitas Virtual merupakan teknologi terkini yang membawa pengguna dari dunia nyata memasuki dunia yang sepenuhnya berbeda. Dengan bantuan headset dan layar video, pengguna bisa merasakan berpindah ke lokasi baru, meski fisiknya tidak berpindah.

Sedangkan dalam Augmented Reality, digunakan kamera atau smartphone untuk menambahkan elemen digital ke dunia nyata, contoh penerapan umum teknologi ini yaitu Pokemon Go dan Snapchat. AR juga memiliki banyak aplikasi yang dapat membantu dalam perawatan kesehatan.

VR dan AR untuk Perawatan Kesehatan

Teknologi ini tidak hanya bisa membantu pasien, tetapi juga bisa meningkatkan perawatan kesehatan secara keseluruhan. Beberapa penggunaan VR dalam kesehatan, antara lain pada pengobatan nyeri kronis, pemulihan kerusakan mata, dan pemulihan cedera otak traumatis.

Selain untuk penyakit fisik, teknologi ini juga bisa digunakan untuk perawatan gangguan kesehatan mental. Contohnya untuk penderita gangguan stres pascatrauma (PTSD), VR dapat membantu mengubah pikiran dan perilaku pasien. Tentu prosedur ini harus didampingi oleh dokter.

Baca juga: Terapi ADHD Menggunakan VR Efektif Atasi Gangguan Mental Anak

Untuk pengobatan pasien kanker, VR dan AR digunakan untuk membantu pasien kanker mengatasi rasa tidak nyaman. Melalui VR atau AR, pasien bisa mengalihkan perhatiannya ke dunia digital yang bebas dari rasa sakit, kecemasan, dan efek samping pengobatan.

Untuk pasien yang kankernya belum terlalu parah, VR digunakan untuk membantu prosedur pengobatan setiap kali proses kemoterapi. Namun penggunaannya hanya pada interval yang ditetapkan untuk menjaga supaya perangkat tetap berfungsi.

Kemungkinan VR dan AR sebagai cara untuk membantu pasien kanker tidak terbatas. Para ahli terus mencari cara yang lebih efektif untuk menggunakan teknologi ini dalam meningkatkan kualitas hidup penderita kanker. Jika VR dapat digunakan sebagai cara untuk mengubah kebiasaan gaya hidup orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena kanker, para peneliti selanjutnya bisa mempelajari penemuan obat untuk penyakit tersebut, bukan hanya membantu pasien kanker menoleransi proses pengobatan.

Begitulah cara kerja VR untuk perawatan kanker. Semoga di masa depan, teknologi VR dan AR juga bisa digunakan untuk mencegah penyakit ini ya.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *