Demo ObsessVR: Langkah Awal Untuk Platform Belanja Mudah dan Menyenangkan di Masa Depan

Pernah membayangkan jika anda memiliki seorang model pribadi, yang akan mencoba setiap pakaian dan aksesoris yang ingin anda beli ketika sedang berbelanja di toko pakaian, tanpa harus masuk ke fitting room.

ObsessVR akan mewujudkannya, dan membuat toko tempat anda berbelanja menjadi hidup menggunakan ARKit Apple.

ObsessVR adalah platform belanja virtual reality yang berusaha membuat pengalaman belanja lebih mudah dan lebih menyenangkan bagi pelanggan. Sejauh ini, platform tersebut hanya mencakup fitur VR saja, termasuk membawa kita pergi ke toko dengan ruang 360 derajat sekaligus menyajikan pemandangan yang eksotis saat kita sedang berbelanja, seperti pantai ketika kita sedang mencari pakaian renang.

demo obsessvr demo obsessvr

Ini adalah percobaan pertama demo ObsessVR dengan ARKit. Demo yang mereka posting ke Twitter menunjukkan bagaimana Anda dapat memilih item pakaian yang Anda minati dan melihatnya dikenakan oleh orang yang bergerak, yang tidak lain adalah model pribadi Anda sendiri. Setelah Anda memilih item pakaian, seorang model akan muncul mengenakan pakaian dan akan berkeliling, menunjukkan kepada Anda bagaimana pakaian bergerak dan bagaimana mereka terlihat pada seseorang dari semua sudut. Ini akan membantu Anda memutuskan apakah Anda ingin mencobanya atau tidak, tanpa perlu untuk membawa semua pakaian tersebut ke ruang ganti untuk dicoba sendiri.

Masa depan belanja berubah berkat ARKit. Sudah ada toko furnitur seperti IKEA yang memungkinkan Anda mencoba furnitur di rumah Anda menggunakan ARKit sebelum Anda membelinya. Demo ObsessVR mungkin hanyalah prototipe untuk saat ini, tetapi dari situ kita mendapatkan gambaran nyata tentang pakaian apa yang akan terlihat pada orang yang bergerak dari iPhone Anda tentu saja merupakan cara untuk membuat belanja lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Lihat demo lengkapnya di sini!

game ar jurassic world

Game AR Jurassic World, Memiliki Segala Keunggulan dari Pokemon Go, Dengan Balutan DNA System Untuk Menciptakan Dinosaurus Impianmu

Jurassic Park (atau yang sekarang dikenal sebagai Jurassic World) sudah ada sejak lebih dari 2 decade yang lalu. Tak heran, Ludia Inc. akhirnya meluncurkan game AR Jurassic World. Kalau kamu familiar dengan game Pokemon Go, pastinya sudah tidak asing lagi dengan gameplay Jurassic World ini. Karena game ini bisa dibilang sebagai tiruan dari Pokemon Go yang dibalut dengan system DNA dari franchise Jurassic World.

Ludia Inc, selaku developer dari game AR Jurassic World ini telah berhasil meniru segala keunggulan yang dimiliki oleh Pokemon Gonya Niatic, termasuk memanfaatkan keunggulan dari API Google Maps. Dengan demikian, kita bisa juga merasakan keseruan berburu dan bertarung dari game ini ya..hmm, menarik.

Dalam game ini, kita berburu dinosaurus dengan lingkungan sesuai peta daerah sekitar, memanfaatkan system GPS. Alih-alih melempar bola, kita mengemudikan drone di atas dinosaurus dan menembakkan panah ke makhluk yang ditemukan untuk mengumpulkan DNA mereka, dengan lebih banyak tembakan akurat menghasilkan lebih banyak DNA. Setelah kita mengumpulkan cukup DNA, mereka dapat membiakkan dinosaurus di Creation Lab. Kita juga akan menemui Supply Drops (Pokestopsnya Jurassic World) untuk mengumpulkan item dalam game dan mata uang.

game ar jurassic worldgame ar jurassic world

Setelah dinosaurus dibuat, kita dapat melihatnya pada skala yang bervariasi dalam Augmented Reality. (Terus terang, jika kita bermain dengan dinosaurus dalam AR, saya akan menskalakannya hingga setidaknya seukuran manusia.)

Seperti di Pokemon Go, kita juga dapat mengevolusikan dinosaurus mereka menjadi binatang berkaliber tinggi, ditambah lagi game AR Jurassic World Alive juga memfasilitasi perkawinan silang, menarik ya? Di mana kita dapat menggabungkan dinosaurus yang kompatibel untuk menciptakan hibrida, yang pada gilirannya dapat disilangkan dengan non-hibrida lainnya untuk memproduksi Superhybrids.

Setelah kita memiliki empat dinosaurus dalam koleksi, kita dapat bertarung dengan pemain lain dengan meluncurkan mode pertempuran. Setelah siap bertarung, pemain akan match dengan penantang pada peringkat yang sebanding berdasarkan trophies yang diperoleh dalam permainan. Pemain mendapatkan trophies dengan memenangkan pertempuran, tetapi mereka juga bisa kehilangan trophies ketika kalah bertarung.

Game ini juga meniru Niatic dalam in-app purchasenya, dengan item dalam game tertentu yang tersedia untuk dibeli dengan mata uang dalam game, yang dapat diperoleh melalui permainan atau dibeli dengan uang sungguhan. Misalnya, inkubator, yang dapat diperoleh melalui permainan atau dibeli, menghasilkan resource setelah jangka waktu tertentu (sedangkan telur di Pokémon GO menetaskan Pokémon berdasarkan langkah-langkah).

Ludia juga menambahkan sentuhan mereka pada monetisasi dengan langganan VIP. Untuk $ 9,99 per bulan, pemain dapat mengakses fasilitas seperti baterai yang diperpanjang untuk drone mereka, memungkinkan mereka untuk berburu dinosaurus dari jarak yang lebih jauh.

Game ini adalah yang pertama menggunakan Google Maps API. Diumumkan awal tahun ini, Google Maps API adalah platform yang memungkinkan pengembang untuk dengan mudah membangun game berbasis lokasi menggunakan data lokasi Google Maps. Game dari franchise Walking Dead dan Ghostbusters dijadwalkan akan menyusul.

“Dengan data Google Maps yang diintegrasikan ke dalam Unity, kami dapat memfokuskan waktu dan energi kami untuk membangun pengalaman virtual yang terperinci bagi pengguna kami untuk menemukan dinosaurus virtual di dunia nyata,” kata Alexandre Thabet, CEO Ludia, dalam sebuah pengumuman mengenai platform tersebut.

Bagi kamu yang ingin segera menyicipi game ini, secepatnya, sekarang juga, silahkan langsung unduh di App Store dan Google Play.

Augmented Reality Untuk Presentasi Perusahaan

Augmented Reality yang kita tahu biasanya digunakan untuk kegiatan event dibagian marketing, pembuatan kartu nama interaktif dan games interaktif dan branding. Tetapi apakah kita tahu bahwa Augmented Reality bisa digunakan untuk kegiatan presentasi? Augmented Reality untuk presentasi sangat dibutuhkan bagi perusahaan. Dijaman teknologi yang semakin maju saat ini presentasi dengan menggunakan AR sangat dbutuhkan. Untuk efektifitas waktu dan efisiensi dalam menjelaskan ke client mengenai produk perusahaan.

Tidak hanya sampai disana, penggunaan augmented reality bisa digunakan oleh perusahaan saat melakukan meeting, presentasi peluncuran produk baru, maupun mempromosikan konsep didalam perusahaan. Seperti pada contoh gambar diatas, implementasi AR untuk proses perancangan bendungan.

Kenapa Harus Augmented Reality?

Seperti yang kita tahu, bahwa untuk augmented reality ini membuat kita melihat real objek yang ditampilkan dan lebih interactive, sehingga membuat peserta yang ikut didalam presentasi tidak merasa bosan ataupun tidak konsentrasi, sehingga semua materi yang disampai akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan power point.

Apakah Augmented Reality itu?

Augmented Reality atau dalam bahasa Indonesia Realitas tertambah dan dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

Ilustrasi Game Augmented Reality buatan Asli Indonesia

Augmented Reality Mobile Games

Android Augmented Reality Mobile Games

Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.

Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.

Teknologi Augmented Reality sangat cepat sekali berkembang, di Indonesia sendiri telah banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi AR. AR merupakan terobosan  dibidang teknologi yang sangat canggih. Karena dengan teknologi ini kita dapat membuat segala hal yang abstrack atau virtual bisa kelihatan nyata atau real.

Teknologi AR sendiri telah dikembangkan dalam berbagai hal, dalam pemanfaatanya teknologi  ini dapat digunakan dalam hal:

  1. Augmented Reality Interactive Games
  2. Augmented Reality Presentation
  3. Augmented Reality Event
  4. Augmented Reality High Tech Environment
  5. Augmented Reality Website
  6. Augmented Reality Promotion

Beginilah Sejarah Teknologi Augmented Reality

Secara umum, Augmented Reality (AR) adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. Sebagai contoh, adalah saat stasiun televisi,menyiarkan pertandingan sepak bola, terdapat objek virtual, tentang skor pertandingan yang sedang berlangsung.Menurut Ronald Azuma pada tahun 1997, Augmented Reality adalah menggabungkan dunia nyata dan virtual, bersifat interaktif secara real time, dan merupakan animasi 3D. Sejarah tentang Augmented Reality dimulai dari tahun 1957-1962, ketika seorang penemu yang bernama Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan memapatenkan sebuah simulator yang disebut Sensorama dengan visual, getaran dan bau. Pada tahun 1966, Ivan Sutherland menemukan head-mounted display yang dia claim adalah, jendela ke dunia virtual.

Tahun 1975 seorang ilmuwan bernama Myron Krueger menemukan Videoplace yang memungkinkan pengguna, dapat berinteraksi dengan objek virtual untuk pertama kalinya. Tahun 1989, Jaron Lanier, memeperkenalkan Virtual Reality dan menciptakan bisnis komersial pertama kali di dunia maya, Tahun 1992 mengembangkan Augmented Reality untuk melakukan perbaikan pada pesawat boeing, dan pada tahun yang sama, LB Rosenberg mengembangkan salah satu fungsi sistem AR, yang disebut Virtual Fixtures, yang digunakan di Angkatan Udara AS Armstrong Labs, dan menunjukan manfaatnya pada manusia, dan pada tahun 1992 juga, Steven Feiner, Blair Maclntyre dan dorée Seligmann, memperkenalkan untuk pertama kalinya Major Paper untuk perkembangan PrototypeAR.

Pada tahun 1999, Hirokazu Kato, mengembangkan ArToolkit di HITLab dan didemonstrasikan di SIGGRAPH, pada tahun 2000, Bruce.H.Thomas, mengembangkan ARQuake, sebuah Mobile Game AR yang ditunjukan di International Symposium on Wearable Computers.

Pada tahun 2008, Wikitude AR Travel Guide, memperkenalkan Android G1 Telephone yang berteknologi AR, tahun 2009, Saqoosha memperkenalkan FLARToolkit yang merupakan perkembangan dari ArToolkit. FLARToolkit memungkinkan kita memasang teknologi AR di sebuah website, karena output yang dihasilkan FLARToolkit berbentuk Flash. Ditahun yang sama, Wikitude Drive meluncurkan sistem navigasi berteknologi AR di Platform Android. Tahun 2010, Acrossair menggunakan teknologi AR pada I-Phone 3GS.

Bidang-bidang yang pernah menerapkan teknologi Augmented Reality adalah:

  1. Kedokteran (Medical): Teknologi pencitraan sangat dibutuhkan di dunia kedokteran, seperti misanya, untuk simulasi operasi, simulasi pembuatan vaksin virus, dll. Untuk itu, bidang kedokteran menerapkan Augmented Reality pada visualisasi penelitian mereka.
  2. Hiburan (Entertainment): Dunia hiburan membutuhkan Augmented Reality sebagai penunjang efek-efek yang akan dihasilkan oleh hiburan tersebut. Sebagai contoh, ketika sesorang wartawan cuaca memperkirakan ramalan cuaca, dia berdiri di depan layar hijau atau biru, kemudian dengan teknologi augmented reality, layar hijau atau biru tersebut berubah menjadi gambar animasi tentang cuaca tersebut, sehingga seolah-olah wartawan tersebut, masuk ke dalam animasi tersebut.
  3. Latihan Militer (Military Training): Militer telah menerapkan Augmented Reality pada latihan tempur mereka. Sebagai contoh, militer menggunakan Augmented Reality untuk membuat sebuah permainan perang, dimana prajurit akan masuk kedalam dunia game tersebut, dan seolah-olah seperti melakukan perang sesungguhnya.
  4. Engineering Design: Seorang engineering design membutuhkan Augmented Reality untuk menampilkan hasil design mereka secara nyata terhadap klien. Dengan Augmented Reality klien akan tahu, tentang spesifikasi yang lebih detail tentang desain mereka.
  5. Robotics dan Telerobotics: Dalam bidang robotika, seorang operator robot, mengunnakan pengendari pencitraan visual dalam mengendalikan robot itu. Jadi, penerapan Augmented Reality dibutuhkan di dunia robot.
  6. Consumer Design: Virtual reality telah digunakan dalam mempromsikan produk. Sebagai contoh, seorang pengembang menggunkan brosur virtual untuk memberikan informasi yang lengkap secara 3D, sehingga pelanggan dapat mengetahui secara jelas, produk yang ditawarkan. (Anggriyadi,2012)

Di Indonesia sendiri, terdapat perusahaan MonsterAR yang telah mampu menggunakan dan mengembangkan teknologi ini, anda dapat melihat di website nya http://monsterar.net, Augmented Reality yang dapat dikembangkan mencakup Mobile Application, Augmented Reality Games maupun Augmented Reality Event.

Jenis Marker

Augmented reality(AR) agar dapat menyajikan informasi dengan benar ke dalam dunia nyata membutuhkan sebuah pendeteksian marker. Sistem perlu tahu dimana penggunanya dan apa yang pengguna cari. Biasanya, pengguna mengeksplorasi lingkungan melalui layar yang menggambarkan gambar dari kamera bersama dengan informasi yang dimunculkan. Jadi dalam hal ini, sistem perlu menentukan lokasi dan orientasi kamera lewat kaliberasi kamera, kemudian mampu memunculkan benda – benda virtual tepat ditempat yang benar.

Berikut adalah beberapa contoh jenis marker :

Marker Frame techniques_frame     :Kekuatan pelacakan penandaan marker sebagian besar terletak pada bingkai hitam yang terlihat seperti gambar disamping. Didalam binkai hitam tersebut dapat diisi dengan sesuatu gambar dan itu tidak akan mengganggu pendeteksian markernya.

 

 

techniques_splitMarker Split :Pada split marker pendeteksian terletak pada dua barcode yang terpisah atas dan bawah, yang selanjutnya mengurangi wilayah jarak barcode tersebut untuk mendefinisikan area marker.

 

 

 

techniques_gridMarker Dot :Menggunakan sebuah titik titik hitam yang berfungsi sebagai titik acuan untuk pelacakan marker.

 

 

 

Marker DataMatrix (ISO/IEC16022) :
DataMatrix adalah stechniques_datamatrixebuah standar ISO untuk 2D barcode. Studierstube Tracker mendukung penanda dengan pola DataMatrix tertanam. Oleh karena itu, marker dapat menyimpan sejumlah besar biner (misalnya model 3D sederhana) atau teks (misalnya URL) data.

 

ID markers  (simple-id and BCH) :
techniques_simpleid

 

 

 

Markers Template  (contoh : ARToolkit) :

HIRO